BekasiBerita Utama

Darurat Ruang Isolasi

RSUD Tipe D Bekasi Utara Dioperasikan

RS TIPE D : Pengendara melintas di samping pembangunan Rumah Sakit Tipe D Bekasi Utara di Jalan Wisma Asri Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Selasa (29/12). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketersediaan tempat tidur khusus isolasi pasien Covid-19 di 47 Rumah Sakit (RS) dan RS Darurat Stadion Patriot Candrabhaga semakin menipis, hanya tersisa 7,8 persen. Pemerintah Kota Bekasi berencana mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D di Kecamatan Bekasi Utara untuk menambah kapasitas ruang perawatan pasien Covid-19.

Padahal, selama ini RS rujukan pasien Covid-19 sudah menambah jumlah tempat tidur isolasi. Namun, jumlah pasien virus yang menyerang saluran pernafasan ini semakin meningkat membuat ketersediaan tempat tidur tidak bisa menampung seluruh pasien. Terlebih pasien tidak hanya berasal dari Kota Bekasi saja, melainkan dari wilayah sekitar.

Dari total 1.589 tempat tidur yang tersedia, 1.278 tempat tidur sudah terisi. Tidak jauh berbeda dengan tempat tidur isolasi, tempat tidur ruang ICU juga 90 persen sudah terisi. “124 tempat tidur (isolasi) yang kosong. Jumlah tempat tidur ICU isolasi 81 tempat tidur, yang terisi 73 tempat tidur,” terang Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Rina Oktavia, Selasa (29/12).

Data tersebut diperoleh pukul 11.32 WIB Selasa kemarin. Keterisian tempat tidur disebut dapat berubah setiap menit, seiring dengan bertambah dan berkurangnya jumlah pasien di RS. Data ini dilaporkan melalui sistem aplikasi yang dimiliki oleh Dinkes Kota Bekasi.

Kekhawatiran pertambahan kasus baru diawal tahun 2021 disebutkan oleh berbagai pihak. Penambahan tempat tidur di Kota Bekasi tengah dikaji, rencananya RSUD tipe D Bekasi Utara akan dibuka Januari mendatang untuk menambah kapasitas perawatan pasien Covid-19.

“Kita mau mempersiapkan RS tipe D kita di Bekasi Utara, minimal ada 30 (tempat tidur),” terang Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Rumah sakit ini merupakan RSUD tipe D ke empat yang akan diresmikan oleh Pemerintah Kota Bekasi, ia mengklaim pembangunan fisik sudah selesai dilakukan. Saat ini dalam proses pengadaan alat kesehatan, termasuk tempat tidur yang akan digunakan.

Awal tahun 2021 disebut RSUD tipe D harus mulai beroperasi. Penambahan kapasitas juga rencananya dilakukan di RS darurat Stadion Patriot Chandrabaga. Optimisme tahun 2021 terletak pada vaksinasi yang akan dilakukan oleh pemerintah.”Terus yang ini (RS darurat) 30 atau 40 (tempat tidur),” tukasnya.

Ketersediaan ruang ICU dinilai penting bagi pasien yang memiliki gejala berat, ditambah dengan penyakit penyerta. Biasanya, RS mempersiapkan ruang ICU untuk pasien yang telah dirawat di masing-masing RS, yang mengalami perburukan.

Dengan alasan ini, tidak semua pasien baru mendapatkan ruang ICU meskipun tersedia, guna mengantisipasi pasien yang sebelumnya telah di rawat.”Jadi angka 8 ruang ICU ini kalau menurut saya tidak aman untuk kebutuhan masyarakat. Karena biasanya sudah diamankan untuk kebutuhan internal RS itu sendiri,” papar Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi, Eko Nugroho.

Kedatangan pasien dengan kebutuhan ruang ICU ini biasanya dicarikan alternatif RS dengan persediaan ruang ICU kosong di wilayah sekitar Bekasi. Hal ini juga dialami oleh RS di Kota Bekasi, menerima pasien dari wilayah sekitar.

Sisa tempat tidur ruang ICU dianggap aman jika berada di atas 15 tempat tidur. Saat mulai menipisnya ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi dan ruang ICU, RS mengalami kendala sumber daya manusia atau Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk mengisi ruang perawatan baru. (sur)

Related Articles

Back to top button