BekasiBerita UtamaCikarang

Pemkab Kekurangan Alat Rapid Test Antigen

SWAB TEST: Petugas kesehatan sedang melakukan swab test antigen, di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi terkendala alat uji swab antigen. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengalami keterbatasan alat test antigen. Sebab selama penanganan Covid-19, screening dilakukan dengan metode tes cepat anti body dan tes usap PCR.

“Jadi, untuk ketersediaan test antigen menipis, karena yang difokuskan pada rapid test sama swab PCR. Namun pengadaan alat test usap antigen akan kami lakukan mulai tahun depan untuk melayani warga yang hendak berpergian,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

Ia emngakui, permintaan test antigen di musim libur akhir tahun di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan.

“Karena ini kan kebijakan dari Kementrian Perhubungan, di mana bagi calon penumpang kereta api, pesawat dan bus, diharuskan terlebih dahulu melakukan test antigen, ” terangnya.

Namun disisi lain, tambah Alamsyah, dari pihak rumah sakit memastikan, fasilitas kesehatan dan ketersediaan sarana tes usap antigen mencukupi untuk melayani masyarakat. Hanya saja, harga bahan baku tes usap naik.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Karya Medika II Tambun, Widya Basuki menyampaikan, tidak ada kendala dalam pelayanan test antigen kepada masyarakat. Pengiriman dari distributor pun masih mencukupi, meski harganya naik.

Namun begitu, tarif tes usap antigen kepada masyarakat, masih mengikuti aturan dari pemerintah. Tarif test antigen di RS Karya Medika II Tambun, yakni Rp250.000.

“Sampai saat ini, kami tidak mengalami kendala atau kesulitan. Hanya saja, dari distributor ada perubahan harga. Tapi, (harga) ke masyarakat tidak ada perubahan, sebab kami tujuannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan jasa,” terang Widya, Selasa (29/12).

Dia mengakui, terjadi kenaikan permintaan test antigen pada musim liburan ini. Soalnya, bagi masyarakat yang memilih berlibur ke sejumlah daerah, diwajibkan melakukan test antigen untuk mencegah penularan Covid-19. Dalam sehari, permintaan tes usap antigen di RS Karya Medika II Tambun, berkisar 30 orang.

“Permintaan naik, karena kan orang banyak keluar kota. Kalau dulu, tren-nya orang keluar negeri yang harus tes swab, sekarang keluar negeri kan ditutup, sehingga liburan-nya di dalam negeri atau dalam kota,” ucapnya.

Meski pelayanan test antigen memadai, masyarakat diimbau untuk tidak berpergian ke luar kota di musim liburan ini. Widya menjelaskan, perjalanan ke luar kota dikhawatirkan dapat memicu kenaikan kasus Covid-19.

Sementara di sisi lain, tenaga kesehatan dilanda kelelahan untuk menangani pasien Covid-19 yang terus meningkat.

“Kalau pun kemana-mana, harus pakai masker, sanitizer, protokol kesehatan harus diterapkan. Masyarakat sehat, tenaga kesehatan sangat senang. Semua rumah sakit merawat pasien positif, tapi kami tidak pernah meng-covid-kan orang. Pasien yang datang itu reaktif covid, kami rawat. Namun lebih baik menahan keluar rumah, karena kasihan tenaga medis kecapean. Kami saja sudah banyak tenaga kesehatan yang akhirnya harus berpulang. Ini harus menjadi perhatian bersama,” saran Widya.

Sementara itu, pelayanan test antigen tidak tersedia di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Baik puskesmas maupun rumah sakit umum daerah yang tengah fokus pada penanganan pasien Covid-19 beserta pelacakan kepada mereka yang melakukan kontak erat. (and)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button