Berita UtamaPendidikan

Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

SIMULASI-PEMBELAJARAN-TATAP-MUKA
DITUNDA: Guru mengajar siswa kelas VI saat simulasi di SDN Karangraharja Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, Selasa (15/12). PTM di Kota dan Kabupaten Bekasi yang semula direncanakan pada awal semester genap diputuskan ditunda sementara waktu. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota dan Kabupaten Bekasi yang semula direncanakan pada awal semester genap diputuskan ditunda sementara waktu.

Keputusan diambil oleh masing-masing pemerintah setempat berdasarkan hasil rapat bersama beberapa daerah setelah adanya kebijakan pusat mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Bali mulai 11-25 Januari 2021.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pemerintah pusat telah memutuskan proses pembelajaran siswa tetap dilakukan secara daring. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak ingin memberikan keputusan yang bertentangan dengan pusat.

“Setelah saya membaca laporan secara sepintas, belum secara resmi pusat telah memutuskan untuk proses pembelajaran siswa. Makanya dalam hal ini kita akan melakukan revaluasi ulang. Tetapi kita ingin meningkatkan dalam proses daringnya,” ujar Rahmat kepada Radar Bekasi, Kamis (7/1).

Lebih lanjut, Rahmat mengungkapkan, bahwa Kota Bekasi sebenarnya siap untuk melaksanakan simulasi PTM. Persiapan hingga kini sudah cukup matang.

 “Kalo ditanya mungkin atau tidak dilaksanakan tatap muka, Ya mungkin saja karena persiapannya sudah 70 persen. Nah yang 30 persennya adalah kekkhawatiran external seperti warga, makanya kita ngerem itu dan memaksimalkan pembelajaran secara daring,” tuturnya.

Untuk memaksimalkan proses pembelajaran secara daring pada semester genap, kata Rahmat, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan (Disdik).

 “Kita serahkan kepada tim Disdik untuk melakukan upaya memaksimalkan proses pembelajaran secara daring,” pungkasnya.

Sekretaris Disdik Kota Bekasi Krisman Irwandi mengatakan, simulasi PTM secara terbatas yang sedianya dilaksanakan mulai 18 Januari 2021 resmi ditunda. Oleh sebab itu, siswa tetap melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“PJJ akan dilakukan sampai 25 (Januari,red), untuk rencana PTM besok kami akan keluarkan release terkait rencana kedepannya. Tapi untuk saat ini ditunda sesuai dengan peraturan pemerintah,” jelasnya. Ia memastikan bahwa pembelajaran daring akan dilakukan lebih maksimal oleh satuan pendidikan.

Keputusan untuk menunda pembelajaran tatap muka semester genap juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti mengatakan, keputusan untuk melakukan penundaan rencana pembelajaran tatap muka ini hasil rapat bersama. Namun, dirinya belum dapat memastikan lamanya penundaan.

“Belum dipastikan sampai kapan. Keputusan kita berdasarkan rapat bersama, dan laporan serta usulan dari kawan-kawan di puskesmas menyampaikan KBM tatap muka ditunda,” ujar Sri.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, penundaan ini sebagai keputusan bersama. Kebetulan pada rapat itu dirinya mengikuti, kata Alamsyah, Satgas Jabodetabekjur serta Dinas Pendidikan sudah berembuk, membahas dan menganalisa serta menerima masukan dari Satgas DKI dan Jawa Barat.

Sampai akhirnya, keputusannya proses pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan atau ditunda. Setelah adanya keputusan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disdik Kabupaten Bekasi untuk mensosialisasikan pembatalan proses pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

“Penundaan ini merupakan kesepakatan rapat Jabodetabekjur dan akan dievaluasi dua bulan kemudian,” jelasnya. (dew/pra)

Related Articles

Back to top button