Cikarang

Alamsyah: Vaksin Datang Pekan Depan

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, memastikan kedatangan belasan ribu vaksin Sinovac pada pekan depan.

Sehingga, proses vaksinasi bisa lebih cepat dilaksanakan dari jadwal semula, yakni pada akhir bulan ini. Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah menyampaikan, setelah vaksin datang terlebih dahulu akan disimpan sambil menunggu vaksinasi dilakukan.

“Memang rencana kedatangan vaksin ke Kabupaten Bekasi ini sekitar 23 atau 25 Januari, tapi tidak langsung digunakan. Setelah melalui berbagai persiapan, diharapkan akhir bulan ini atau paling lambat awal Februari, vaksinasi bisa dilakukan,” terang Alamsyah.

Kepastian ini menjadi kabar baik bagi belasan ribu tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Bekasi, untuk pertama divaksin.

Sebelumnya, para nakes ini harus bersabar, karena vaksinasi di Kabupaten Bekasi yang semula dijadwalkan bersamaan dengan daerah lain, batal dilakukan. Sebab, vaksin tak kunjung dikirim dari Pemerintah Pusat atau Provinsi Jawa Barat.

“Rencananya ada 12.234 tenaga medis yang bakal divaksin, dan sudah disetujui Pemerintah Pusat melalui Pemprov Jawa Barat,” katanya.

Meski demikian, Alamsyah belum bisa memastikan berapa jumlah vaksin yang akan diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Lanjut pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, vaksin akan didistribusikan pertama kali ke Puskesmas CIkarang. “Selanjutnya dilakukan di lokasi-lokasi lain yang sudah disiapkan,” terang Alamsyah.

Sebanyak 91 titik lokasi untuk penyuntikan vaksin sudah disiapkan oleh Pemkab Bekasi, diantaranya 46 Rumah Sakit, 44 Puskesmas, dan satu klinik.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, mencatat ruang (Intensive Care Unit (ICU) yang ada di puluhan rumah sakit rujukan Covid-19, semakin menipis. Dari 49 rumah sakit, hanya tersisa 25 ruang ICU.

“Jadi, masih ada 25 ruang ICU dari 78 ketersediaan ruang ICU di 49 rumah sakit rujukan Covid-19. Sehingga, keterisian ruang ICU sudah 53 pasien yang positif Covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarty.

Guna mengantisipasi lonjakan, lanjut Sri, Dinkes Kabupaten Bekasi tengah berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan, agar melakukan upaya penambahan ruang ICU.

Sementara untuk keterisian kamar isolasi atau perawatan di 49 rumah sakit rujukan di Kabupaten Bekasi, yakni 682 dari total 823 kamar perawatan.

“Tempat tidur untuk isolasi Covid-19 di rumah sakit, masih terus ditambah, mengingat pasien kasus Covid-19 yang cukup tinggi,” ucap Sri.

Ia mengimbau, masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Prokes tetap harus dilaksanakan, dan itu kunci utama mencegah penyebaran virus corona,” tandasnya. (and)

Related Articles

Back to top button