Hukum

Abu Janda Tak Banyak Bicara di Bareskrim

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda berjalan keluar usai diperiksa penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Abu Janda diperiksa sebagai pihak terlapor dalam dua kasus sekaligus, yakni kasus dugaan rasisme terhadap Natalius Pigai dan kasus ujaran ‘Islam Arogan’. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Dia kan diperiksa sebagai terlapor dalam kasus dugaan rasialis kepada mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Saat tiba di Bareskrim Polri, Abu Janda memilih tidak banyak mengeluarkan pernyataan kepada awak media. Dia mengaku akan fokus kepada proses pemeriksaan terlebih dahulu.

Hari ini saya datang saya mau memusatkan seluruh piikiran saya dan tenaga saya buat diperiksa. Jadi mohon maaf aku enggak mau berkomentar apa-apa dulu, kita tunggu hasilnya nanti,” kata Abu Janda di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/2/2021).

Abu Janda juga mengaku, dirinya akan kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan. Seluruh tahapan yang ditentukan oleh penyidik akan ia ikutin hingga tuntas.

“Aku cuma pengen bilang bahwa aku sebagai WNI yang baik menjalani proses hukum ini, taat hukum dan mencoba untuk kooperatif. Jadi kita lihat nanti ya,” jelasnya.

Sebelumnya, KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri. Laporan itu dibuat oleh KNPI dan diterima oleh kepolisian dengan nomor LP/B/0052/I/2021/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

Dalam pelaporan ini, Abu Janda diduga melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) dan atau Pasal 45 A ayat (2) Jo Pasal 25 ayat (2) dan atau UU Nomor 19 Tagun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian ditambah Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang kebencian permusuhan individu dan atau antar golongan (SARA).

Abu Janda sempat men-twit bernada rasialis terhadap eks Komisioner Komas HAM Natalius Pigai. “Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belom kau?” cuit Abu Janda di akun Twitter @permadiaktivis1 pada 2 Januari 2021.

Tidak lama setelah itu, Abu Janda kembali membuat heboh dunia maya. Dalam akun media sosial twitternya Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia.

“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” isi cuitan Abu Janda. (jpc)

Related Articles

Back to top button