Inovasi PEP Tambun Mampu Hemat Miliar Rupiah dan Tingkatkan Produksi Gas

PT Pertamina EP Tambun Field (PEP Tambun) berinovasi dengan modifikasi mesin idle (bekas) dijadikan Magic Gas Compressor.
PT Pertamina EP Tambun Field (PEP Tambun) berinovasi dengan modifikasi mesin idle (bekas) dijadikan Magic Gas Compressor.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Pertamina EP Tambun Field (PEP Tambun) berinovasi dengan modifikasi mesin idle (bekas) dijadikan Magic Gas Compressor. Inovasi ini dapat menghemat miliar rupiah sekaligus meningkatkan produksi gas sebesar 0,4 MMSCFD setara dengan Rp4.290.144.000, serta Zero Flare di Lapangan Tambun.

Wellhead Gas Compressor tersebut berfungsi untuk menyerap gas bertekanan rendah (20 Psi) menjadi gas bertekanan menengah (175 Psi). Selain itu juga dapat menghasilkan condensate dari proses kondensasi gas. Alat tersebut dinamakan Magic Comp Gas Thumb.


Krisna selaku Tambun Field Manager menyampaikan, untuk menjaga dan mempertahankan komitmen produksi minyak nasional, dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya Pertamina EP Tambun Field harus tetap memiliki kreatifitas dan Inovasi. Tanpa hal tersebut perusahaan dapat tertinggal dari perusahaan lainya.

Pertamina EP Tambun Field sebagai salah satu unit usaha PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) dibawah pengawasan SKK Migas, dalam hal ini sudah memberikan ruang kepada seluruh pekerja Tambun Field  untuk melakukan improvement dan inovasi serta hasilnya sebuah produk inovasi yang dapat menguntungkan perusahaan.


“Dalam memberikan inovasi haruslah dilandasi tiga hal penting didalamnya yaitu “ Applicability, Replicable, Adoptable,” ujar Krisna.

Gugus PC Prove Magic Comp Gas Thumb menjadi inovasi yang dibanggakan. Tambun Field yang terdiri dari cluster memiliki fasilitas produksi pemisahan minyak dan gas. Diantaranya Cluster Tambun B, Cluster Tambun C dan Cluster Tambun U. Dalam setiap proses pemisahan minyak dan gas pasti terdapat Flare (fasilitas untuk membakar gas buang/yang tidak terpakai) dikarenakan tekanan sumur tidak mampu menembus pipa jaringan sehingga terjadi tekanan balik.

Tekanan sumur dialirkan ke separator untuk memisahkan minyak dan gas, namun untuk gasnya tidak dapat dialirkan ke stasiun pengumpul sehingga gas dibakar pada area Ground Flare. Inovasi tersebut mampu mencegah Non Production Time (NPT) pada Artificial lift ESP (Electric Submersible Pump), yang dikarenakan terjadinya gas terhambat sehingga dapat dimanfaatkan dan dijual ke konsumen.

PC Prove Magic Comp Gas Thumb menciptakan sebuah inovasi yakni dengan memodifikasi Mesin Idle (bekas) dikoneksikan terhadap Elmot (Electro motor sebagai prime mover/penggerak) dipadukan dengan bejana tekan (vessel) serta instalasi pipa. Sehingga dapat memompakan gas dari tekanan rendah (20 Psi) dikompresikan oleh mesin yang sudah dimodifikasi menjadi tekanan menengah (175 Psi) sehingga gas yang biasanya terbakar di area Cluster menjadi tidak ada gas terbakar (Zero Flare) dialirkan ke Stasiun Pengumpul Tambun yang selanjutnya didistribusikan ke konsumen gas diantaranya PT. BBWM (BUMD milik Kabupaten Bekasi), PT. PJB Muaratawar, dan PT. Pertagas.

Adapun profit yang didapat dalam implementasi alat Magic Gas Compressor, peningkatan produksi gas sebesar 0,4 MMSCFD setara dengan Rp4.290.144.000. Inovasi PC Prove Magic Comp terhitung sejak November 2020 sampai dengan saat ini masih beroperasi normal dengan rata-rata Flow Rate Gas sebesar 0,4 MMSCFD.

“Pertamina EP bangga terhadap PC Prove Magic Comp, yang telah berhasil meningkatkan produksi inyak dan gas serta mengeliminasi pencemaran lingkungan (Zero Flare). Hal ini sejalan dengan arahan Top management Pertamina EP, semangat berinovasi di saat pandemi,” ujar  Wisnu Hindadari selaku Asset 3 General Manager. (oke)