BekasiBerita UtamaCikarang

Diterjang Banjir, Puluhan Warga Tinggal di Gedung MTs

CUCI BARANG: Sejumlah warga mencuci barang-barang yang masih tersisa dan layak pakai di area rumah yang rusak akibat diterjang banjir, di Desa Sumberurip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/2). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal harus tinggal di gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs), di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Rumah mereka hanyut terbawa arus, saat tanggul Sungai Citarum jebol dan air melanda pemukiman warga.

Warga Kampung Babakan Banten, RT 05/03, Desa Sumberurip, Jubaedah menuturkan, sejak Minggu, (20/2) lalu, dirinya bersama warga lain harus mengungsi dengan mendirikan tenda dari terpal, karena kondisi rumahnya hanyut dan masih dilanda banjir. Lalu, pada Selasa (23/2), air surut dan pindah ke gedung MTs.

“Ada sembilan rumah yang hanyut, khususnya di RT 05/03, termasuk rumah saya. Selama rumah belum dibangun kembali, maka saya akan bertahan di gedung MTs ini. Untuk yang tinggal di MTs ada tujuh Kepala Keluarga (KK) dan sekitar 30 jiwa,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (24/2).

Jubaedah menjelaskan, banjir yang terjadi saat ini, paling parah dibanding sebelumnya. Karena pada tahun-tahun sebelumnya, banjir tidak sampai menghanyutkan rumah warga.

Ia mengaku, warga yang rumahnya hanyut terbawa air, tidak ada biaya untuk membangun kembali, mengingat semua harta benda yang dimiliki, ikut hanyut. Jubaedah berharap, pemerintah bisa membantu untuk membangun rumahnya kembali.

“Harapan-nya, agar rumah warga yang hanyut bisa segera dibangun kembali. Kalau untuk perbaikan sendiri, biayanya dari mana?. Sebab, harta benda hanyut semua, dan semoga bisa mendapat bantuan dari pemerintah,” ucapnya.

Sementara Kepala Dusun Desa Sumberurip, Mahfud menyampaikan, sejauh ini, ada sekitar 35 rumah di wilayahnya mengalami rusak berat. Bahkan, 15 diantaranya hanyut terbawa air saat banjir datang. Dirinya mengaku, sampai saat ini belum ada bantuan apa-apa yang datang, baik pemerintah daerah maupun pusat.

“Ada sekitar 35 rumah yang rusak akibat banjir. Untuk yang hanyut, sekitar 15 rumah, selebihnya rusak berat. Upaya untuk perbaikan rumah belum ada,” beber Mahfud.

Menyikapi hal itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan menjelaskan, untuk jumlah rumah yang rusak maupun hanyut terbawa arus, masih dalam pendataan. Sejauh ini, sudah ada laporan rumah yang terbawa arus saat banjir menerjang, yakni di Desa Sumberurip. Kata Hendra, rumah tersebut berada disebelah tanggul Sungai Citarum.

“Rumah yang terbawa arus berada disebelah tanggul di Desa Karangharja, dan ada sekitar 13 rumah. Sekarang mereka masih bertahan di pengungsian,” terang Hendra.

Menurutnya, penanganan banjir masih terus dilakukan hingga berakhirnya intensitas hujan. Tambah Hendra, berdasarkan arahan dari pimpinan maupun satgas banjir Kabupaten Bekasi, penanganan banjir masih dilakukan. Hal ini untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan pasca banjir.

Diakui Hendra, warga yang membutuhkan bantuan pasca banjir, sangat banyak, yakni air bersih, makanan dan pakaian. Sementara terkait dapur umum dan posko, juga mulai dikurangi, karena secara perlahan banjir juga sudah semakin surut, dan fokusnya menyuplai makanan siap saji

“Untuk kondisi banjir di Pebayuran saat ini, ada satu titik lagi yang masih belum surut, yakni di Desa Karangsegar dengan ketinggian 50 centimeter. Penanganan tanggul dilakukan sesuai arahan Presiden yang meninjau secara langsung ke lokasi,” tandasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button