Berita UtamaPolitik

Popularitas Eka TerancamTenggelam

RUU Pemilu Tanpa Merevisi Pilkada

Eka Supria Atmaja
Eka Supria Atmaja

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi Eka Supria Atmaja kemungkinan akan sulit mendapat rekomendasi untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), jika Pilkada serentak 2024 dilaksanakan. Sedangkan, masa kepemimpinan Bupati Bekasi akan berakhir di tahun 2022. Dalam kurun waktu dua tahun setelah selesainya masa jabatan, kemunculan tokoh baru dari DPD Golkar masih sangat mungkin.

“Masih sangat mungkin, karena politik itu berubah-rubah terus, dinamis. Siapa tahu nanti di tahun 2024, muncul tokoh baru dari Golkar. Sehingga, popularitas Eka saat ini bisa tenggelam dengan adanya tokoh baru,” ujar Pengamat Politik Bekasi, Adi Susila, kepada Radar Bekasi.

Untuk diketahui, usulan melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) tanpa merevisi UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, akan dibahas di rapat Badan Musyawarah DPR RI.

Adi menuturkan, perubahaan rekomendasi sebagai Calon Bupati Bekasi (Cabup) pernah terjadi di DPD Golkar Kabupaten Bekasi, pada Pilkada Bekasi pada tahun 2012 lalu. Saat itu, Ketua DPD Golkar, Darip Mulyana, yang sudah menerima rekomendasi sebagai Cabup, tiba-tiba digantikan oleh Neneng Hasanah Yasin. “Kan dulu pernah kejadian pada zaman Pak Darip, tiba-tiba ada yang mengambil alih pimpinan DPD, dan mencalonkan diri sebagai Bupati Bekasi,” ungkapnya.

Kata Adi, politik di Kabupaten Bekasi kurang memperhatikan patsun. Dimana, kondisi politik yang ada lebih menonjolkan kekuatan, walaupun melanggar etika. Sehingga, kejadian pada tahun 2012 lalu, kemungkinan besar bakal terulang di 2024, mengingat di dalam politik waktu dua tahun itu sangat lama.

Selain itu, Pria yang juga Dosen Kebijakan Publik Universitas Islam 45 Bekasi ini mengatakan, kepemimpinan bupati selesai pada 2022. Dengan begitu, bupati harus mencari cara lain untuk manggung, menuju Pilkada mendatang, karena memang kehilangan panggung.

Terlebih, Adi menyakini, kultur masyarakat di Kabupaten Bekasi ini cepat lupa. Sehingga dalam kurun waktu dua tahun, masyarakat harus mengingat kembali prestasi dari bupati yang sekarang menjabat. Kemungkinan, akan banyak masyarakat yang lupa. Maka semua kontestan Cabup dan Cawabup akan dari nol.

“Berarti pada 2022, Pak Eka lengser. Saya enggak tahu dia mau pakai panggung apa untuk menuju Pilkada 2024, karena kehilangan panggung. Ya, kemungkinan sudah lupa juga masyarakat,” tuturnya.

Wakil Ketua Bapilu DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Arif Rahman beranggapan, sampai saat ini Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, masih menjadi kader terbaik di DPD Golkar. Kemudian, dari hasil survei di internal partainya, elektabilitas bupati tertinggi. “Hasil survei internal kita, popuritas dan elektabilitas di Golkar Kabupaten Bekasi yang paling tinggi Pa Eka. Saya pikir saat ini kader terbaik Golkar Pa Eka,” katanya.

Terkait, Pilkada yang berlangsung pada 2024 mendatang, Arif mengaku, sangat menyanyangkan itu, karena program-program yang sudah di canangkan oleh bupati, khawatir tidak berjalan secara maksimal. Hanya saja, dirinya tidak bisa menjelaskan program yang di maksud apa saja.

“Kita sayangkan jika Pilkada di 2024, karena program-program yang sudah di canangkan sama bupati, khawatirnya saat di jabat oleh PLT, itu tidak berjalan maksimal,” tuturnya.

Kendati demikian, dirinya menegaskan, partainya sudah siap dan optimis untuk mengikuti kontestasi Pilkada Bekasi. “Persoalan Pilkada di 2022 maupun 2024, kita selalu siap dan optimis,” katanya. (pra)

Related Articles

Back to top button