Politik

Pengamat : Popularitas Cawalkot Belum Terlihat

Pengamat politik Bekasi, Adi Susila
Pengamat politik Bekasi, Adi Susila

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Peta politik Pilkada Kota Bekasi 2023 bakal berubah, setelah sosok Rahmat Effendi sudah tak lagi bisa dicalonkan sebagai Kepala daerah. Kota Bekasi bakal memiliki pimpinan baru yang duduk jadi Wali Kota dan wakil Wali Kota Bekasi. Namun, sosokpengganti tersebut hingga saat ini belum terlihat.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Unisma 45 Kota Bekasi, Adi Susila menyebut, dalam persaingan Pilkada dasarnya ada dua, yakni kesolidan partai dan jaringannya serta popularitas dari calon yang diusung.

Menurutnya, popularitas belum ada sosok yang menonjol sampai hari ini, sehingga baru terlihat sesuai dasar yang kedua saja, yakni kesolidan partai dan jaringannya. “Kalau sekarang ini kan buat popularitas belum kelihatan, tapi kalau soal kesolidan partai kan disini sudah ada PKS dan PDIP yang memang memiliki basis pendukung atau konstituen tetap dan fanatik,” kata Adi kepada Radar Bekasi.

Terkait popularita Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Plt DPD Golkar Kota Bekasi Ade Puspitasari, Adi mengaku belum melihat secara menyeluruh. “Yang jelas, peluang saat ini kalau dilihat dari dasar kepartaian hanya dua, PDIP dan PKS. Tapi, tak menutup kemungkinan partai-partai lain juga punya peluang dengan buka poros diluar kedua partai itu untuk berkoalisi, serta mampu membuat isu menarik perhatian dan mengusung calon yang memiliki popularitas,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Umum DPD PAN Kota Bekasi, Abdul Muin Hafiedz mengatakan, jika pertarungan Pilkada Kota Bekasi 2023 bakal ramai, karena aka nada calon-calon baru. PAN sampai hari ini berusaha untuk mengoptimalkan sosok calon di Pilkada dari internalnya menjadi calon Wali kota Bekasi untuk ditawarkan kepada partai lain.

“Jadi, Pilkada nanti dipastikan berlangsung ramai ya. Bicara soal calon yang diusung PAN, ya kita masih berharap buat rebut kursi B1 yang diisi oleh kadernya. Soal calon partai lain, misalnya Pak Tri dari PDIP dan Ade dari Golkar, kami belum berfikir kesana sebab kini kami masih focus godok calon dari internal,” katanya.

“Kita lihat saja nanti soal koalisi partai, yang jelas peluang untuk berkoalisi dengan partai lain PAN bersifat fleksibel, tapi bicara calon kandidat yang muncul kan saat ini ada Wakil Wali Kita dari PDIP, Heri Koswara dari PKS, dan Ade Puspita dari Golkar. Dan dari setiap calon itu, tentu kita tidak bisa mengukurnya. Tapi, bicara Ade dari Golkar itu kan biarpun anak Wali Kota nggak bisa disamakan,” tutup Ketua Fraksi PAN Kota Bekasi. (mhf)

Related Articles

Back to top button