Politik

Langsung Panaskan Mesin Partai

Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda
Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pasca penunjukannya sebagai Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda langsung tancap gas menjalankan amanah partai dalam melakukan kerja-kerja politik. Salah satunya menghidupkan kembali mesin di partai yang sudah lama vakum, mulai dari tingkat DPC sampai ke tingkat paling bawah.

“Tujuan ini semua, agar seluruh mesin sudah siap untuk dipanaskan, dan sudah siap untuk dijalankan demi target-target PKB ke depan, termasuk kita ingin menunjukkan identitas keberadaan PKB di Kota Bekasi dengan cara mengupayakan Kantor Sekretariat yang ada di sekitaran pusat Kota, karena merupakan bagian dari komitmen kita untuk eksistensi partai,” kata ketua PKB yang baru akan genap berusia 30 di tahun ini.

“Dan, ini menjadi target pertama PKB di Kota Bekasi sekaligus utama kita dalam beberapa waktu dekat ini, agar tak ada cerita kalau di jajaran pengurus itu nggak tahu kantornya di mana,” sambungnya.

Selain itu, lanjut pemuda yang kini sedang melanjutkan studi S-2 jurusan Administrasi kebijakan publik di Universitas Moestopo ini, mengaku ingin memastikan seluruh warga NU dan PKB bisa dirangkul untuk ikut di dalam struktur partai di Kota Bekasi.

“Saya menilai dalam menjalankan tugasnya dalam roda organisasi partai, tak bisa lepas dari para orangtua, tokoh dan ulama NU. Hal ini karena, anak kunci kita keberhasilan PKB itu salah satunya mendapat Restu ridho dan bimbingan dari para orang tua di NU,” ungkap pria yang saat ini bekerja sebagai Staf Ahli di Fraksi PKB DPR RI tersebut.

Dia menilai, PKB yang saat ini akan berhasil melalui kesolidan dan doa para alim ulama. Oleh sebab itu, struktur organisasi partai ini terbentuk dari gabungan dua elemen meliputi pimpinan Dewan Syuro yang diisi para orang tua dari kalangan Alim Ulama, sementara jajaran tanfidz 90 persen itu merupakan generasi milenial atau anak-anak muda yang konstruktif.

“Dengan perpaduan pengurusan PKB hari ini, saya optimis kedepan PKB akan besar disini. Dan konsep partai dengan menunjuk milenial ini karena pada 2024 nanti akan menghadapi bonus demografi, yakni pemilih pemuda jauh lebih banyak. Tapi tentunya, kami anak muda tetap mengedepankan para senior dan orang tua, maupun tokoh-tokoh ulama juga, karena kalau anak muda semua terlalu tancap gas dan nggak ada rem takutnya nabrak-nabrak” tuturnya.

“Nah artinya, untuk orangtua itu merupakan rem kita, buat ngetin kita, dan membimbing kita, sehingga para Kyai, para orang tua, para tokoh masyarakat yang sudah senior itu rata-rata diposisikan sebagai dewan Syuro kita,” tambahnya.

Putra asli Kota Bekasi ini pun menuturkan, dirinya yang telah diamanati memimpin PKB pun punya target lebih besar setelah seluruh kerja diinternalnya selesai, khususnya dalam upaya menambah kursi di parlemen yang tak beranjak selama tiga periode dengan jumlah satu kursi, dan cuma ditempati oleh seorang ketua partainya saja.

“Ya kami punya target di Pemilu 2024 harus menambah kursi di DPRD Kota Bekasi, yakni satu kursi satu Dapil. Dan tentunya, ini butuh kerja keras dari semuanya di kepengurusan partai dengan kerja-kerja politik yang intens di seluruh wilayah Kota Bekasi, dengan cara melakukan berbagai kegiatan di masyarakat. Selain itu, menggelar roadshow silahturahmi ke para kiai dan ulama untuk sekaligus minta wejangan-wejangan dan doanya. Dan saya optimis ini bisa tercapai,” tegasnya. (mhf)

Related Articles

Back to top button