Berita UtamaPolitik

Aspirasi Warga Belum Terlalisasi

RESES : Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro saat melaksanakan kegiatan reses, belum lama ini. Kegiatan tersebut untuk menjaring aspirasi warga.ISTIMEWA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jaring aspirasi anggota legislatif melalui agenda Reses yang sudah dilaksanakan sejak tahun lalu, hingga agenda Reses II tahun 2021 sebelum Idul Fitri 1442 H kemarin, belum berjalan efektif. Bahkan, aspirasi warga pun belum ada yang terlealisasi.

“Perlu disampaikan, untuk realisasi aspirasi yang disalurkan masyarakat dalam kegiatan reses dewan memang belum bisa dilakukan. Karena reses yang kita laksanakan dari tahun lalu sifatnya baru proses perencanaan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Jadi, reses yang kami gelar pada tahun 2020 dan reses I 2021 dilakukan untuk penyusunan RKPD APBD tahun 2022, sementara untuk Reses II terakhir kemarin itu dalam rangka menyusun RKPD perubahan 2021. Artinya, untuk realisasi belum ya,” ungkap Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro.

Politisi berkaca mata ini mengakui pihaknya belum bisa banyak berbuat terhadap serapan realisasi anggaran, khususnya pada Kuartal I sampai April di APBD 2021 ini. Tapi, minimal aspirasi masyarakat dalam agenda reses II itu menjadi masukan kepada anggota dewan sebagai pokok pikiran saat menyusun RKPD perubahan tahun 2021.

“Tapi memang intinya, kita harus akui masih rendahnya realisasi anggaran yang sebabkan masyarakat belum bisa merasakan dampak dari APBD Kota Bekasi, khususnya APBD di tahun 2021 ini. Itu kenyataannya saat kondisi sekarang, cuma karena memang merupakan siklus perencanaan dimana RKPD perubahan juga sudah harus disusun pokok pikiran dari dewan, maka dewan sebelum menyusun itu didorong untuk menyelenggarakan kegiatan reses tersebut,” kata pria yang akrab disapa Bang Choi ini.

Menurutnya, efektivitas kegiatan dewan tersebut itu beragam supaya aspirasi teraliasisasi, antara lain tergantung kepada yang pertama tingkat kehadiran dari peserta reses, lalu cangkupan agar reses bisa melingkupi berbagai elemen masyarakat atas keterwakilan para peserta yang menggambarkan cakupan pemilih yang ada.

“Jadi, tidak hanya warga laki-laki atau kepala keluarga, tapi juga bagusnya undang ibu-ibu, kemudian remaja atau pemuda maksudnya, sehingga memang dari masing-masing hasil reses apa pun yang ditampilkan nanti bisa dianalisa sampai ketahuan substansi untuk perbaikan terhadap penyusunan APBD 2021 apa saja, sehingga bisa dianggarkan. Intinya, kami tentu berupaya dapat memaksimalkan tugas kami menyalurkan aspirasi masyarakat di agenda Reses tersebut,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi, Heri Purnomo mengakui, dalam agenda Reses II dan sebelumnya itu banyak menyerap aspirasi dari warga, mulai dari persoalan infrastruktur jalan rusak, kesehatan dan pendidikan dimasa pandemi saat ini. Adapun terkait aspirasi itu, mantan staf ahli DPR RI berjanji buat berjuang bawa aspirasi-aspirasi masyarakat ini ke Gedung DPRD Kota Bekasi, dan menyampaikannya kepada Pemerintah.

“Memang dalam reses banyak aspirasi yang disampaikan warga. Antara lain, jalan rusak, kesehatan dan pendidikan. Dan dari aspirasi ini tentunya saya berjanji akan sampaikan ke dalam pokok pikiran sebagai anggota DPRD untuk penyusunan RKPD perubahan 2021, sekaligus menyampaikan kepada pemerintah untuk memperhatikan aspirasi warganya itu,” kata legislator PDIP di dapil V tersebut.

Dia menegaskan, sebagai wakil rakyat tentu dirinya harus dapat hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama bagi yang memerlukan perbaikan jalan, saluran air, tempat ibadah dan lain sebagainya. Aspirasi warga tersebut tentunya akan diserahkan ke Pemerintah untuk dianggarkan dan direalisasikan kepada masyarakat.

“Sebagai wakil rakyat sekaligus kader PDI Perjuangan harus tanggap dan peduli, kalau masyarakat sekitar membutuhkan sesuatu, kita harus bisa memfasilitasi barangkali butuh campur tangan kebijakan partai dan pemerintah,” tegasnya. (mhf)

Related Articles

Back to top button