Telkom Dukung 33 Desa Digital di Wilayah Terpencil

PASANG ALAT: Teknisi PT Telkom sedang memasang alat digital untuk membantu pelaku UMKM di wilayah Jawa Barat.DOK.TELKOM/RADARBEKASI.ID
PASANG ALAT: Teknisi PT Telkom sedang memasang alat digital untuk membantu pelaku UMKM di wilayah Jawa Barat.DOK.TELKOM/RADARBEKASI.ID

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, memberikan bantuan kepada 33 desa digital, sekaligus membantu pelaku USAHA Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Edi Witjara mengungkapkan, melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) ini, diharapkan dapat membantu desa-desa yang berada di wilayah blankspot dan Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T), sehingga mampu menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan dan sektor lain di masyarakat.
“Dengan adanya layanan akses internet ini, semoga bis membantu desa dalam mengembangkan dan memperkenalkan potensi masing-masing desa. Sehingga, sektor ekonomi, pendidikan, dan sektor lain-nya di desa-desa tersebut, tetap dapat berjalan, terutama di masa pandemi ini,” kata Edi dalam keterangan tertulis yang diterima radarbekasi.id, Kamis (8/7).


Sebagai bentuk dari kepedulian untuk digitalisasi masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan, Telkom memberikan bantuan kepada 33 Desa Rural, di Jawa Barat. Bantuan berupa layanan akses internet berbasis satelit, Mangoesky selama satu tahun ini, diberikan ke desa-desa terpencil yang ada di wilayah Bandung, Bandung Barat, Karawang, Sukabumi, Cirebon, dan Tasikmalaya.

Bantuan secara simbolis, diserahkan langsung oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Edi Witjara, melalui video conference kepada perwakilan Kepala Desa dari Sukamulya (Bandung), Sukamulya (Sukabumi), Karangsari (Karawang), Argalingga (Cirebon), dan Bojongsari (Tasikmalaya).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui video conference, Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Benny Bachtiar, dan Executive Vice President Telkom, Regional III Jawa Barat, Sujito.


Mewakili Pemprov Jawa Barat, Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Benny Bachtiar mengatakan, bahwa dari target implementasi 5.000 desa digital di Jawa Barat, saat ini telah terealisasi 90 persen.

Sementara itu, masih ada 500 desa lagi yang belum mendapat layanan internet. Untuk itu, Pemprov Jabar mengharapkan, dukungan Telkom untuk dapat memfasilitasi 23 persen penduduk Indonesia atau setara 50 juta penduduk yang membutuhkan layanan digital tersebut. Bagi Pemprov Jabar, digitalisasi ini termasuk prioritas pembangunan, yang selaras dengan program Smart Village yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Telkom juga turut serta membangun kolaborasi SME Space untuk UMKM di Jawa Barat.

Dijelaskan Edi, Telkom sebagai salah satu perusahaan yang bergerak pada bisnis digital, turut mendukung program pemerintah dalam peningkatan ekonomi pelaku bisnis mikro, kecil, dan menengah atau SME sebagai salah satu sektor industri penting dalam perekonomian. Telkom memiliki beberapa produk digital yang dapat membantu para pelaku UMKM dalam berkembang menjalankan bisnisnya.

“Sakoo, Bonum, Padi UMKM, merupakan beberapa produk yang dikembangkan oleh Telkom, dan fokus pada sektor UMKM,” terang Edi.

Telkom juga melakukan kerja sama dengan Union Space yang merupakan salah satu perusahaan yang mengelola coworking space. Kerja sama ini untuk mendukung para UMKM, agar dapat berkembang ke arah digital melalui produk-produk Telkom, dan memfasilitasi para UMKM dalam ekspos produk UMKM serta dukungan melalui pelatihan dan pengembangan usaha UMKM dengan Rumah BUMN dan CDC.

“Kami berharap, dengan adanya kerja sama ini, semoga dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Indonesia, khususnya Jawa Barat, menjadi UMKM yang naik kelas dan go digital,” tandas Edi. (bis)