Bekasi

Kisah Ernawati, Guru yang Sembuh dari COVID-19 karena Semangat dari Siswa PAUD

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan siswa salah satu Sekolah PAUD di Kabupaten Malang telah membangkitkan semangat seorang guru yang terpapar Covid-19. Pesan-pesan suara berisi dukungan dari siswa tersebut terus diterima guru yang sedang isoman selama sebulan itu.

Ernawati, guru PAUD di Kabupaten Malang tengah berjuang melawan paparan COVID-19. Tubuh lemas, tak enak makan, indra penciuman hilang, badan menggigil hingga beberapa kali pingsan telah dilaluinya.

Mendapati informasi tak sedap tentang bahaya yang mengintai pasien COVID-19 semakin melemahkan kondisinya. Salah satunya, berita duka dari tetangganya yang pulang dari RS justru terbungkus peti jenazah usai terpapar COVID-19.

“Tapi pesan pesan suara dari murid saya yang masih kecil kecil itu membuat saya terharu. Mereka bilang, Bu Guru harus sembuh, Bu Guru gak boleh sakit,” ucap Ernawati menirukan pesan muridnya dengan meneteskan air mata.

Seketika perasaan Ernawati teraduk-aduk mendengar pesan puluhan muridnya yang masih duduk di bangku PAUD itu. Pesan itulah yang kemudian membangkitkan semangatnya untuk bisa kembali pulih.

Terlebih, pesan anak didiknya tersebut juga mengingatkannya bahwa dia masih punya tanggung jawab untuk terus mendidik mereka. Untuk itu, dia bertekad untuk mencoba segala cara untuk bisa sembuh dari paparan Covid-19.

“Jadi setiap hari murid murid saya itu membuat saya menangis. Mereka secara bergantian dan setiap hari selalu memberi dukungan ke saya agar cepat sembuh,” ungkapnya.

Selain itu, dukungan dari anak, suami dan keluarga lainnya juga membuatnya termotivasi untuk bangkit dari paparan Covid-19 itu. Hari hari isolasi mandiri pun dia lalui dengan penuh semangat dan selalu berpikir positif.

Mulai makan makanan bergizi, buah buahan, vitamin dia konsumsi. Berjemur dan berolahraga juga mulai dia lakukan. Sesuai arahan dokter, dia juga merangsang dan melatih indra penciumannya dengan mencium bau rempah rempah atau makanan yang berbau khas dan menyengat.

“Usai melakukan isolasi selama empat minggu, akhirnya saya bisa sembuh dan benar benar sehat. Penciuman juga bisa kembali pulih,” ujarnya.

Dari kejadian yang menimpanya, dia sangat bersyukur memiliki anak didik yang selalu mendukungnya. Kini, dia bisa kembali mengajar anak didiknya lagi seperti sebelumnya.

Dia juga berpesan kepada masyarakat bahwa menjaga pola makan adalah hal yang sangat baik dalam menumbuhkan imunitas tubuh. Selain itu, istirahat yang cukup, olahraga dan selalu berpikir positif juga sangat membantu tubuh dalam menciptakan imunitas yang stabil.

Selain itu, dia juga berpesan agar tak ada pihak pihak yang menyebar luaskan informasi informasi bohong tentang COVID-19. Dimana, seorang isoman sangatlah membutuhkan dukungan yang bersifat positif.

Hal itu diungkapkan lantaran dia sudah merasakan sendiri bagaimana khawatirnya saat terkapar lemas dalam paparan COVID-19 itu. Dikatakan, pemberitaan negatif tentang pandemi sangatlah berdampak pada kondisi psikologinya.

“Dari segala pemberitaan negatif yang ada, saya bahkan pernah merasa sangat takut untuk berobat ke rumah sakit. Karena khawatir justru akan terpapar Covid-19 saat berobat di RS,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap semua elemen masyarakat bisa menciptakan kondusifitas dengan cara menebar hal hal atau informasi yang memotivasi dan membangun semangat baru.

Related Articles

Back to top button