Berita UtamaPendidikan

Serapan Lulusan SMK ke Dunia Kerja Masih Rendah

UJI KOMPETENSI: Sejumlah siswa SMKN 1 Cikarang Selatan saat mengikuti uji kompetensi kejuruan di sekolah, belum lama ini. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Daya serap lulusan SMK ke dunia kerja mengalami penurunan di Kabupaten Bekasi. Hal itu terjadi lantaran berkurangnya lowongan pekerjaan akibat banyak perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bekasi, setiap tahunnya SMK rata-rata meluluskan sekitar 20 ribu sampai 21 ribu siswa.
Per Desember 2020 atau sebelum pandemi, daya serap lulusan SMK ke dunia kerja berkisar di angka 75 persen. Namun saat masa pandemi mengalami penurunan sekitar 20 persen.

“Untuk saat ini daya serap lulusan masih di bawah 50 persen, dikarenakan rata-rata permintaan industri untuk lowongan karyawan dan magang masih rendah dampak dari krisis pandemi Covid-19,” ujar Ketua MKKS SMK Kabupaten Bekasi Nopriandi, kepada Radar Bekasi, Kamis (29/7).

Menurut Nopriandi, perusahaan di Kabupaten Bekasi saat ini masih tetap membuka lowongan pekerjaan bagi lulusan SMK. Namun, jumlahnya sangat terbatas.

Perusahaan yang masih membuka lowongan pekerjaan, antara lain PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Kayaba Indonesia, PT Hyundai Motors Indonesia, PT Yutaka Manufacturing Indonesia, dan PT Indonesia Epson Industry.

Di masa pandemi ini, proses seleksi dilakukan di sekolah dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Nopriandi memperkirakan, perusahaan akan kembali membuka lowongan pekerjaan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“PT yang lain mungkin menunggu PPKM selesai, jadi mungkin peningkatan daya serap akan meningkat setelah PPKM selesai,” katanya.

Nopriandi optimis daya serap lulusan SMK ke dunia kerja dapat kembali meningkat pada Agustus 2021 jika PPKM dilonggarkan. Targetnya, seperti kondisi normal daya serap dapat mencapai 75 persen.
“Mudah-mudahan bisa naik di Agustus nanti,” ujarnya.

Ia menyampaikan, lulusan SMK yang belum bekerja bisa berwirausaha. Pasalnya, SMK Kabupaten Bekasi telah membekali para siswanya saat sekolah melalui program Bekerja Melanjutkan Wirausaha (BMW).

“Jika belum bisa bekerja mereka bisa melanjutkan wirausaha, tentunya hal ini siswa sudah kami bekali beberapa materi sebelum mereka lulus. Jadi setelah lulus saat ini mereka sudah memiliki bekal yang diberikan oleh pihak sekolah masing-masing,” tukasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button