Bekasi

Petani Tambak Kibarkan Bendera 1.200 Meter

RADARBEKASI.ID, MUARAGEMBONG – Bendera Merah Putih raksasa seluas 1.200 meter persegi dikibarkan warga pesisir utara di lahan Tambak Segi Tiga Emas Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, kemarin. Pengibaran bendera dengan panjang 60 meter dan lebar 40 meter tersebut melibatkan 120 petani tambak.

Pengibaran bendera merah putih raksasa di hari Kemerdekaan RI ini sebagai bentuk syukur bagi para pejuang atau pahlawan dan membangkitkan semangat anak-anak petani tambak untuk lebih mencintai negara Indonesia. Sekaligus berharap, agar para petani tambak kedepannya lebih sejahtera.

“Kita ingin petani tambak yang hidupnya sengsara bisa merdeka, agar kedepannya bisa hidup sejahtera,” ujar salah satu petani tambak Desa Pantai Harapanjaya, Oding (50) kepada Radar Bekasi.

Bendera raksasa tersebut dibuat selama 20 hari dengan biaya sekitar Rp50 juta. Biaya tersebut didapat dari iuran warga yang ingin hari kemerdekaan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. ”Jadi bendera ini memang kami yang membuat dengan dua mesin jahit,” tambahnya.

Sebelum dikibarkan, para petani terlebih dahulu menempuh perjalanan 2,5 kilometer untuk menuju lokasi. Pasalnya, akses untuk menuju lokasi tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, sehingga harus dibawa dengan berjalan kaki. ”Persiapan kita satu minggu,” ucap Pembina Upacara, Erwin Mailudin, usai mengibarkan bendera raksasa ini.

Pengibaran bendera raksasa ini sebagai rasa syukur terhadap para pahlawan yang sudah berjuang sebagai Indonesia menjadi bangsa bernegara dan berdaulat. Dengan begitu diharapkan, tumbuh semangat bagi para generasi, untuk lebih mencintai negeri ini agar kedepannya Indonesia semakin jaya.

“Untuk para petani tambak dengan adanya pengibaran bendera ini kita mampu mempersatukan semangat untuk berusaha bertani tambak. Diharapkan nantinya ada semacam kelompok yang berdiskusi untuk lebih meningkatkan lagi hasil panen petani tambak,” sambungnya.

Pantauan Radar Bekasi di lokasi, para petani sangat terharu setelah bendera raksasa ini berkibar sambil diiringi alunan musik Indonesia Raya. Mereka serentak hormat sambil memandang bendera pusaka.

Selain mengibarkan bendera raksasa, para petani juga mengarak bendera sepanjang 400 meter. Sayangnya, dalam pengibaran tersebut tidak ada instansi pemerintahan yang hadir.

Petani tambak lainnya, Sukma berharap kedepannya para petani tambak tambah subur dan makmur. Dirinya juga meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi agar memberikan dukungan kepada para petani, baik dari permodalan maupun lahan, agar kedepannya petani tambak lebih maju lagi.

Terlebih, dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, dirinya mengaku hasil pertambakan di wilayahnya sangat minim. Karena memang, para petani kekurangan modal untuk mengembangkan pertambakannya. Dan tidak ada dukungan sama sekali dari pemerintah.

“Saya mohon dukungannya kepada pemerintah jangan sampai terbengkalai. Di tengah pandemi ini hasil pertambakan kita sangat minim,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan, saat musim penghujan wilayahnya ini paling parah terdampak banjir. Sehingga, hasil para petani tambak sangat merugi. Oleh karena itu, dirinya juga meminta agar Pemkab Bekasi lebih memperhatikan infrastruktur di wilayahnya.

“Kami juga sangat berharap pembangunan infrastruktur. Karena sekarang sangat mengkhawatirkan,” ucapnya. (pra)

Related Articles

Back to top button