Pendidikan

Panjangnya Soal Bikin Siswa Pusing

SERIUS: Sejumlah siswa SMK Bistek serius mengerjakan soal saat AN 2021. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah siswa SMK mengeluhkan panjangnya soal dalam literasi membaca pada asesmen nasional (AN) 2021 berbasis komputer yang mulai dilaksanakan, Senin (20/9).

Pada hari pertama kemarin, jenis asesmen berupa latihan, literasi membaca mengerjakan 36 soal, dan surver karakter 23 soal. Setiap ruang ujian didampingi oleh satu orang proktor dan satu orang pengawas ujian silang atau dari sekolah lain.

AN dijadwalkan pada 20-23 September 2021. Untuk di Kabupaten Bekasi, SMK di Kabupaten Bekasi menyelenggarakan AN secara serentak pada 20-21 September 2021.

Dalam kegiatannya terbagi menjadi dua sesi yaitu sesi siswa dan sesi guru serta kepala sekolah. AN diikuti oleh siswa kelas 11 yang dipilih secara acak oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Namun bagi SMK Pusat Keunggulan juga diikuti oleh siswa kelas 10.

Siswa kelas 11 SMK Bisnis dan Teknologi (Bistek) Kota Bekasi Nazala Nur Farah Rahmawati mengungkapkan, dirinya mendapati panjangnya soal dalam literasi membaca.

“Memang kalo tidak suka baca, pasti bakalan pusing banget. Karena memang teks ceritanya itu panjang banget,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Senin (20/9).

Oleh karenanya dibutuhkan ketelitian dalam membaca dan menjawab soal yang ada. Meskipun AN bukan salah satu penentu kelulusan, namun ia ingin dalam pengerjaan soal dapat menghasilkan yang terbaik.

“Tadi aku lagi mood banget baca, jadi memang membutuhkan waktu banget untuk membaca teks yang panjang. Meskipun begitu aku mau hasilnya baik walaupun ini bukan penentu kelulusan,” katanya.

Wakil Kepala SMK Bistek Kota Bekasi Bidang Kurikulum Heri Riswanto mengatakan, pelaksanaan AN hari pertama di sekolahnya berlangsung dengan lancar.

“Untuk teknisi aman ya, tidak ada cukup kendala. Jaringannya juga aman,” ujarnya.

Kendati demikian meskipun sudah mengikuti simulasi dan gladi bersih sebelumnya, sejumlah peserta didik mengeluhkan panjangnya soal dalam literasi membaca.

“Meskipun siswa sudah melakukan simulasi dan gladi resik, tetapi saat mengerjakan soal sesungguhnya beberapa siswa mengaku cukup pusing karena memang teks yang dibaca itu cukup panjang,” ujarnya.

Heri telah meminta kepada siswa agar tidak merasa canggung selama AN dan mempelajari kembali soal yang pernah dikerjakan saat simulasi maupun gladi bersih.

“Kita imbau agar siswa tidak grogi saat mengerjakan soal, kemudian bisa dipelajari dari soal-soal simulasi dan gladi resik untuk pelaksanaan ANBK di hari kedua besok,” ucapnya.

Literasi membaca yang dikeluhkan oleh siswa dapat menjadi pelajaran yang penting. “Dari AN ini kita bisa banyak menilai, salah satunya nilai literasi yang dalam hal ini harus lebih ditingkatkan,” katanya.

Hal senada dikatakan oleh Kepala SMK Bhakti Bangsa Kota Bekasi Jumran Waris. Menurutnya, terkait teknis sarana, prasarana serta jaringan cukup aman dan tidak mengalami kendala.

“Teknis aman, internet berjalan dengan lancar. Tidak ada error server juga,” ujarnya.

Akan tetapi, hal serupa juga dikeluhkan oleh sejumlah siswanya panjangnya soal. Sehingga membutuhkan ketelitian dalam membaca dan mengerjakan soalnya.

“Tadi beberapa siswa setelah keluar, pak soalnya panjang banget kita pusing banget liatnya. Itu saja yang kami dapatkan dalam pelaksanaan AN,” tuturnya.

Siswa kelas XI SMK Bhakti Bangsa Cindy mengungkapkan, bahwa untuk soal literasi membaca ia lebih senang membaca yang tertera gambar. Sehingga jika ditemukan teks yang panjang, ia harus cukup teliti dalam membaca.

“Saya sebenarnya tidak suka dengan teks yang panjang, saya lebih senang dengan soal yang ada gambarnya. Jadi tadi ada soal yang teksnya panjang, bikin saya cukup pusing,” ujarnya.

Ia mengaku harus membaca soal secara berulang untuk menemukan jawaban yang tepat. Panjangnya soal juga membuat Cindy mengalami pusing.

“Jadi harus dibaca berulang-ulang, biar yakin sama jawabannya. Agak pusing juga sih karena tidak begitu suka dengan teks yang panjang,” ungkapnya. (dew)

Related Articles

Back to top button