RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepergian Arinjani Novitasari (25), korban tragedi KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, meninggalkan duka cita mendalam bagi keluarga dan kerabat dekatnya.
Arinjani, yang dikenal di mata keluarga sebagai sosok periang dan pekerja keras itu, membuat suasana haru serta isak tangis kerabat dan rekan sejawat mewarnai prosesi pemakaman Arinjani di TPU Mangunjaya, Rabu, (29/4/2026) pagi.
Suryani (54), ibu Arinjani menceritakan bahwa sang anak berprofesi sebagai Young Auditor di salah satu perusahaan dibilangan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Ia mengatakan komunikasi terakhir dengan anaknya terjadi pada pukul 20.51 WIB melalui pesan WhatsApp kepada adiknya. Saat itu, Arinjani mengeluhkan lapar dan menanyakan lauk yang tersedia di rumah.
“Jadi sebetulnya pertama itu anak saya itu jam 20.51 itu WA. WA-nya sama adik saya, “Tan, laper. Di rumah ada lauk apa?,” kata Suryani.
BACA JUGA: AHY Ungkap Jumlah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang
Ia menuturkan kekhawatiran mulai mulai tiba ketika kakak korban yang juga sedang bekerja memberi kabar bahwa telah terjadi kecelakaan Kereta KRL di wilayah Stasiun Bekasi Timur.
Suryani, mencoba berulang kali menghubungi kembali anaknya, namun tidak mendapat jawaban, meski nomor ponselnya masih aktif dan terus berdering, tidak ada respons dari Arinjani sejak pesan terakhir pada pukul 20.51 WIB.
“Ya udah, habis itu kakaknya itu kan itu juga kerja kan, dia ngabarin, “Dengar kabar Tan, Arin udah pulang belum?”. “Belum,” dibilang gitu. “Itu ada kecelakaan di Bekasi Timur”. Ya Allah kita udah gemeteran Mbak. Gimana nih? Ditelepon balik terus nggak bisa Mbak, nggak bisa dihubungi lagi. 20.51 itu udah setelah balas WA lagi itu nggak dibalas, udah nggak bisa dihubungi, tapi nomor itu aktif berdering terus gitu,” jelasnya.
Tak berhenti disitu, Suryani menjelaskan sejak malam hingga pagi hari, pihak keluarga langsung bergerak mencari keberadaan korban dengan mendatangi berbagai Posko yang berada di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Namun walaupun telah berusaha mencari, nama Arinjani tak kunjung ditemukan.
“Sampai pagi kita kan langsung bapaknya sama adik saya itu ke Bekasi Timur, ke posko itu kan. Kita ngelihatin di datanya itu di Bekasi, kok di rumah sakit Bekasi nggak ada. “Yuk yuk kita nyari aja,” kita memencar. Kita keluarga memencar Mbak, rumah sakit ini, rumah sakit ini, semua Bekasi kita udah puterin sampai pagi pun engga ada,” tuturnya.
Barulah, titik terang didapat setelah pihak KRL memberi informasi bahwa korban terakhir baru selesai dievakuasi dari lokasi kejadian. Karena nama anaknya tidak ditemukan di sejumlah rumah sakit yang sebelumnya didatangi, keluarga kemudian disarankan oleh petugas di lapangan untuk mendatangi Rumah Sakit Polri untuk memastikan keberadaan korban.
“Setelah jam berapa itu dari pihak KRL ngasih tahu kalau korban itu yang terakhir di evakuasi”. “Terus gimana dengan anak saya nomor ini nggak ada namanya kan di rumah sakit semua?”. “Ya udah ia menyarankan saya untuk ke Rumah Sakit Polri,” sebutnya.
Kemudian tanpa menunggu lama, ia bersama keluarga langsung menuju lokasi untuk memastikan keberadaaan anaknya. Ia menyebut kepastian baru diterima pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, setelah tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi tes DNA sang ayah.
“Langsung menuju ke sana Mbak. Tahu-tahunya benar anak saya menjadi korban itu sore jam 4 itu baru dikabari setelah bapaknya tes DNA,” tambahnya.
Sebelumnya, ia mengaku, wanita yang akrab disapa Arin itu dikenal sebagai sosok yang ceria dan sering berkumpul bersama keluarga maupun masyarakat komplek Blok F Villa Bekasi Indah 2, Bekasi.
“Anaknya itu ceria Mas, ceria, ramai. Di rumah itu ramai pokoknya kalau ada dia itu ramai. Ceria, baik Mas anaknya itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa keinginan terakhir anaknya adalah berangkat umrah pada Agustus mendatang. Namun, rencana tersebut tidak sempat terwujud karena takdir berkata lain.
“Itu terakhir itu pengen umroh di bulan Agustus ini sebetulnya. Pengen umroh tapi ya takdir ya,” pungkasnya. (zak)











