Metropolis

Serius Sikapi Krisis Iklim

BEKASI SELATAN – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Extinction Rebellion menggelar aksi Tolak Bala. Aksi tersebut berlangsung di depan Stadion Patriot Candrabhaga Jalan A Yani dan simpang Lampu Merah Fly Over Summarecon, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Minggu (26/9).

Dalam aksinya puluhan pemuda yang membawa berbagai macam poster dan spanduk menyuarakan bentuk keprihatinan atas perubahan iklim dan rusaknya ekosistem serta alih fungsi lahan.

Koordinator Aksi, Hadi Suryawan mengatakan, aksi yang bertemakan Deklarasikan Darurat Iklim bertepatan dengan hari iklim sedunia. Maka dari itu, sebagai peringatan, aksi dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap perubahan alam.

Hadi juga menuturkan, kebijakan yang dibuat stakeholder terkait seharusnya melihat dampak masa depan.”Tanda peringatan untuk seluruh pemimpin negara sudah diserukan oleh PBB. Berbagai negara maju dan lembaga keuangan sudah berkomitmen kuat menghentikan pendanaan energi fosil (batubara) sebagai langkah untuk segera menurunkan emisi,” ucapnya.

Komitmen pendanaan, lanjut dia, dari negara-negara maju untuk negara rentan atau berkembang perlu segera diwujudkan untuk percepatan penurunan emisi dan keadilan iklim. Serta penanggulangan bencana alih fungsi lahan, perusakan alam hingga munculnya cuaca ekstrim.

“Krisis iklim tidak saja ditandai dengan perubahan suhu bumi yang memanas dan ekstrim tetapi keberlangsungan perampasan lahan dan juga eksploitasi alam hingga detik ini masih terjadi di Indonesia yang mempercepat bencana lebih parah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengaku, dalam aksi yang dilakukannya bukan hanya di Kota Bekasi saja tetapi ada di berbagai kota lainnya.

Lebih lanjut, dirinya meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk membuat tim khusus atau satgas yang terbuka dan independen, fokus penanganan terutama pada iklim dan perubahan lingkungan.

“Kita juga meminta informasi yang seluas-luasnya kepada Pemerintah agar dapat dilihat oleh masyarakat luas. Intinya kita menggelar aksi bahwa memang saat ini iklim sedang berubah. Kita harap pemerintah dapat memperhatikan kehidupan generasi muda sebagai penerus bangsa,” tukasnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Enung Nurcholis mengatakan, pihaknya mengapresiasi pemuda yang peduli dengan lingkungan maupun perubahan Iklim.

Ia menilai semua harus sadar terhadap lingkungan. Karena bencana tidak hanya di produksi oleh alam tetapi ada juga bencana yang diproduksi oleh manusia.

“Kita dukung seruan aksi pemuda yang peduli pada iklim dan ekosistem yang ada, khusus di Kota Bekasi. Tetapi untuk saat ini iklim di Kota Bekasi masih terbilang normal,” katanya.

Ia juga menghimbau, tidak hanya pemuda, warga masyarakat yang lainnya pun harus ikut peduli terhadap lingkungan. Pemerintah, pihak swasta dan para pengusaha pun harus ikut andil dalam menjaga lingkungan dan ekosistem yang ada agar tidak rusak dan tercemar.

“Kita sebagai BPBD Kota Bekasi akan mendukung hal-hal yang positif untuk lingkungan. Karena kepedulian terhadap lingkungan akan berdampak baik bagi kita semua,” tukasnya. (pay)

 

Related Articles

Back to top button