Inovasi Pelayanan Publik Kota Bekasi Jadi Contoh

KUNJUNGAN : Wakil Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Herry Erfian beserta rombongan saat berkunjung ke kota Bekasi untuk mempelajari inovasi pelayanan publik di Kota Bekasi. ISTIMEWA/RADAR BEKASI.
KUNJUNGAN : Wakil Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Herry Erfian beserta rombongan saat berkunjung ke kota Bekasi untuk mempelajari inovasi pelayanan publik di Kota Bekasi. ISTIMEWA/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN–Inovasi pelayanan publik di Kota Bekasi menjadi percontohan bagi sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya yakni Bangka Tengah.

Kemarin, Wakil Bupati Bangka Tengah mengunjungi Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka Kunjungan Kerja terkait Study Tiru Sistem Informasi Pelayanan Publik di Press Room Humas.


Wakil Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Herry Erfian menjelaskan maksud dan tujuannya datang untuk mengetahui beberapa hal tentang inovasi Pelayanan Publik di Kota Bekasi.

“Kedatangan kami untuk study tiru terkait Sistem Pelayanan Publik karena melihat Kota Bekasi sudah sangat baik pelayanannya. Sebagai daerah yang baru (Bangka Tengah) kami pun berharap dengan adanya kunjungan ini bisa meningkatkan pelayanan yan terbaik untuk masyarakat,” jelasnya.


Dia juga menjelaskan penghargaan yang sudah diperoleh Kabupaten Bangka Tengah sekaligus memperkenalkan rombongan yang dibawanya.

“Kabupaten Bangka Tengah sebenarnya sudah mendapatkan penghargaan sangat baik dari Kementerian Menpan RB pada tingkat level 4. Ini tentunya merupakan kerja keras yang diperoleh rekan-rekan di Disdukcapil,” tegasnya.

Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq Rahmat Hidayat mewakili Pemerintah Kota Bekasi ditemani Sekretaris Disdukcapil, Ridwan dan jajarannya yang menerima kedatangan rombongan memperkenalkan sejarah Kota Bekasi secara singkat dan penduduknya.

“Sebagai informasi, Kabupaten dan Kota Bekasi berpisah 10 Maret 1997, hanya berbeda 6 tahun dengan Kabupaten Bangka Tengah, saat ini kebanyakan penduduk Kota Bekasi bekerja di ibu kota. Dan untuk sektor pendapatan mengandalkan jasa dan perdagangan,” terangnya.

“Disdukcapil melayani seluruh layanan publik sudah sampai di tingkat kecamatan karena kami melihat tidak bisa satu sentral di satu titik,” sambungnya.

Taufiq juga memperkenalkan aplikasi terbaru dari Disdukcapil yakni e-open, dimana aplikasi terbaru bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di saat pandemi seperti pelayanan KTP langsung diantar ke depan rumah warga tidak perlu ke Kantor Disdukcapil.

Ada pula inovasi lainnya, yaitu Motekar bersahaja yaitu Mohon Cetak Kartu E KTP, Satu Hari Saja merupakan andalan dari Disdukcapil Kota Bekasi.

Menurutnya, tantangan Disdukcapil adalah hoax dimana masyarakat cukup aktif di media sosial tidak mengetahui berita yang benar.

“Salah satu hambatan yang ada adalah netizen yang bertanya kepada sesama netizen sehingga membuat kebingungan padahal harusnya langsung saja kepada sumbernya yaitu kami dari Disdukcapil,” tuturnya. (adv/humas)