Berita UtamaPendidikan

Warga Madrasah Masih Perlu Diingatkan Disiplin Prokes

CUCI TANGAN: Siswa MTs Al-Masthuriyah Kota Bekasi mencuci tangan sebelum masuk kelas mengikuti PTMT. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga madrasah masih perlu diingatkan dalam disiplin protokol kesehatan (prokes) selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Hal itu berdasarkan evaluasi PTMT yang dilakukan pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi bersama pengawas madrasah.

Berdasarkan data Kantor Kemenag Kota Bekasi, hingga kini jumlah madrasah yang melaksanakan PTMT sebanyak 189 lembaga. Rinciannya jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 117 lembaga, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 52 lembaga dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 20 lembaga.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Bekasi Abdul Syakur mengatakan, berdasarkan evaluasi tidak ditemukan kasus Covid-19 di madrasah penyelenggara PTMT.

Kendati demikian, masih butuh pengawasan yang cukup ketat bagi warga madrasah seperti siswa dalam penggunaan masker. “Tidak ada penyebaran Covid-19, tapi memang dalam penggunaan masker siswa madrasah harus tetap diingatkan. Soalnya kadang suka diturunkan dan prokesnya harus lebih ditingkatkan,” ujar Abdul kepada Radar Bekasi, Kamis (28/10).

Tak hanya siswa, pihak madrasah juga masih terus diingatkan dalam hal penyemprotan disinfektan. Dengan demikian, sekolah dapat tetap terhindar dari penyebaran virus.

“Kadang sekolah kalo udah aman suka lupa, makanya diingatkan kembali agar tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan,” tukasnya.

Abdul menambahkan, jumlah madrasah penyelenggara PTMT akan terus bertambah. Terkait evaluasi, akan dilakukan secara rutin agar tidak muncul kasus Covid-19.

“Evaluasi tetap dilakukan sampai kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan normal kembali,” tukasnya.

Sementara, Wakil Kepala MTs Al-Masthuriyah Kota Bekasi Bidang Kesiswaan Mohammad Sarmada mengungkapkan, pelaksanaan PTMT berjalan dengan baik. Sehingga dalam kehadiran siswanya akan terus ditingkatkan.

“Alhamdulillah berjalan dengan baik, awalnya memang agak takut jadi pelaksanaanya cuma satu kelas dibagi jadi dua sesi. Tapi seiring berjalannya waktu kita berani karena berjalan cukup baik, ditambah menjadi dua kelas dibagi per sesi dengan jumlah siswa 50 persen,” tuturnya.

Tidak ada kendala dalam pelaksanaan PTMT berlangsung. Namun diakui, dalam penggunaan masker siswa masih perlu diingatkan karena sering diturunkan maupun dilepaskan.

“Memang ada, tetapi tidak banyak paling hanya satu sampai tiga siswa saja, dan tentu hal ini langsung kami ingatkan buru-buru jadi biar siswa terbiasa juga,” pungkasnya. (dew/oke)

Related Articles

Back to top button