Nahdiana, Alumni UNJ yang Jabat Kadisdik Pemprov DKI Jakarta

Jadi Ujung Tombak Pendidikan Ibukota
Jadi Ujung Tombak Pendidikan Ibukota

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Nahdiana merupakan alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang menjabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta sejak 8 Januari 2020. Amanah itu bukanlah pekerjaan mudah baginya.

Menjabat dalam keadaan biasa saja sudah berat, ditambah pandemi membuat kompleksitas dan atribut pandemi menjadi bagian integral dalam menjalani dan mengambil kebijakan. Hal itulah yang dirasakannya saat berkiprah di dunia pendidikan Ibukota saat ini.


Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, banyak sekali hal yang dilalui, baik metode pembelajaran daring, penerimaan siswa baru, pembelajaran tatap muka terbatas hingga terus mengawal berbagai kegiatan rutin dan unggulan terkait pendidikan terus dijalankan oleh Nahdiana.

Tidaklah berlebihan kalau ia menjadi ujung tombak pendidikan DKI Jakarta masa kini. Perempuan berdarah Betawi ini mengungkapkan beberapa program unggulan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Antara lain, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul: Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan memberikan kesempatan kepada warga Jakarta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara memberikan pembiayaan bagi warga Jakarta yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan menjadi mahasiswa sampai selesai studi.


“Saat ini pada termin II KJMU tahun 2021 sebanyak 42 persen warga yang mendapat KJMU kuliah di UNJ, tepatnya sebanyak 2696 dari 6379. Sisanya tersebar di kampus lain,” tutur Nahdiana.

Kemudian, Naramuda adalah sebutan bagi warga Jakarta yang mendapat fasilitas KJMU. Mereka dituntut selain melanjutkan studi, mempunyai peran lebih melalui program pengabdian masyarakat.

Jadi ilmu yang diperoleh harus diaplikasikan dengan jalan mengabdi kepada masyarakat. Selanjutnya Equal Access for School, pengejawantahan dari program ini adalah tercapainya kesetaraan kualitas dari seluruh sekolah di Jakarta.

“Program jangka panjang ini tidak hanya berlaku untuk sekolah negeri, tetapi juga swasta,” jelasnya.

Masa Kecil

Nahdiana terlahir sebagai orang Cikoko, Jakarta Selatan pada 52 tahun lalu. Ia terlahir sebagai orang yang memiliki kultur budaya Betawi. Masa lahir hingga SMA dihabiskan di daerah tersebut.

Selepas SMA baru ia pindah rumah dari Cikoko. Ayahnya seorang akuntan, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Semasa kecil, orang tuanya selalu gigih dalam membimbingnya untuk mengejar ilmu dan pendidikan.

Ibunya berpesan, hiduplah dengan ilmu, karena dengan ilmu kamu bisa bergaul dengan siapa saja, dan tahu tentang “kebenaran”. Masa kecil Nahdiana dibekali dengan tiga hal penting oleh kedua orang tuanya.

Yaitu, harta dan warisan orang tua tidak banyak, sehingga harus menempuh pendidikan  setinggi mungkin, anak perempuan harus bisa punya aktualisasi yang sama dengan anak laki-laki, dan ilmu membuat seseorang menjadi mandiri dan juga untuk bekal hidup.

“Ketiga hal tersebut menjadi kunci dan dasar pegangan saya dan saudara saya hingga sekarang,” ucapnya.

Satu hal lagi, dalam mendidik orang tua Nahdiana tidak mendikte harus jadi apa, tetapi pesannya jelas, harus bermanfaat buat orang banyak. Lingkungan diluar rumah juga sangat mendukung, madrasah dekat rumah serta lingkungan yang nyaman buat bermain mendukung pertumbuhan dan perkembangan Nahdiana dan saudaranya.

Meniti Karir sebagai ASN Pemprov DKI Jakarta 

Ketika meniti karir sebagai ASN di Pemprov DKI Jakarta, prinsip Nahdiana adalah Do The Best , Be The Best, But Don’t Feel The Best. Nahdiana ketika menjalani ASN tidak mempunyai cita-cita sebagai kepala sekolah dan bahkan kepala dinas. Ia menjalani amanah dengan penuh tanggung jawab. Prinsip mengalir dijalani, tetapi mengalir yang tentu dimaknai dengan perencanaan dan tanggung-jawab menyelesaikan tugas yang diemban olehnya.

Harapan Kepada Mahasiswa, Alumni dan UNJ

Harapan Nahdiana untuk mahasiswa UNJ adalah jangan terjebak dalam status mahasiswa kupu-kupu, kuliah-pulang kuliah-pulang, ambil peran dan sibukkan diri kalian di kampus.⁣

“Mahasiswa harus aktif tidak hanya di akademik, tetapi juga non akademik,” tegasnya.

Hal lain yang ia sorot adalah, mahasiswa harus mengubah mindset, tidak hanya mengejar nilai semata tetapi juga harus eksplorasi potensi. Ia berpesan terkait pandemi harus dimaknai sebagai arena untuk berubah.

Sedangkan harapan kepada alumni, Nahdiana mengajak kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan yang tuntas berkualitas untuk semua, sesuai dengan misi dinas pendidikan. Ditutup harapan kepada UNJ bahwa ketika UNJ meningkat dari segi kuantitas mahasiswa dan sarana prasarana, maka harus diimbangi dengan kualitas pelayanan.  (oke/*)

 

BIODATA

Nahdiana

Lahir: Cikokol, 6 Agustus 1969

Pendidikan:

–        SDN 03 Pagi Kebon Baru (1982)

–        SMPN 115 Jakarta (1985)

–        SMAN 28 Pasar Minggu (1988)

–        DIII Kimia IKIP Jakarta (2001)

Karir:

–        Guru Kimia di SMAN 106 Jakarta (2003-2005)

–        Kepala SMA 5 Jakarta (2006-2014)

–        Kepala Seksi Kurikulum SMP-SMA (2015)

–        Kepala UPT P 60 (2016)

–        Kepala UPT P4OP (2017-2019)

–        Kasudin Pendidikan Wilayah II Kota Jakarta Selatan (2019-2020)

–        Kadisdik Pemprov DKI Jakarta (8 Januari 2020-sekarang)