Bekasi

Kasus Aktif Tersisa di Rumah

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Kasus covid-19 di Kota Bekasi terus menurun. Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi menyatakan,  awal pekan ini tersisa 12 kasus aktif atau 0,01 persen hanya menjalani isolasi mandiri di rumah, tidak ada lagi pasien dalam perawatan Rumah Sakit (RS). Situasi ini terjadi saat Kota Bekasi tertahan di level 2 Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua.

 

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi saat ini masih menunggu faktor leveling PPKM yang tertahan di level dua. Padahal capaian vaksinasi di sebagian besar lingkungan kecamatan sudah menyentuh 90 persen, ditambah perkembangan penyebaran kasus sudah minim.

 

Data hasil evaluasi awal pekan ini, catatan kasus Covid-19 sejak awal pandemi sebanyak 86.018 kasus, 84.869 kasus dinyatakan sembuh, 1.137 meninggal dunia. Awal pekan ini nihil warga Kota Bekasi dalam perawatan RS lantaran terpapar Covid-19, tersisa total tiga pasien dalam perawatan RS di Kota Bekasi.

 

Diketahui sejak awal RS tidak hanya merawat pasien ber KTP Kota Bekasi, melainkan juga pasien dari daerah sekitar. Sementara kabar baik juga datang dari ruang ICU RS, kemarin tempat tidur ICU nihil pasien.

 

Merespon situasi ini, Kota Bekasi mengurangi personil yang sebelumnya aktif relawan penanggulangan Covid-19 dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka diminta fokus mulai menyusun laporan keuangan unaudited tahun 2021, langkah ini akan dievaluasi 3 sampai 4 pekan kedepan.

 

“Yang pertama mulai hari ini kita sudah menurunkan, mulai dari pakai rompi menjadi tidak pakai rompi. Terus para relawan kita 25 persen saja, tidak 100 persen,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (8/11).

 

Rahmat menilai perjalanan penyebaran kasus Covid-19 sepekan kemarin sudah sangat rendah. Meskipun data evaluasi menyebut selama tujuh hari kebelakang masih ditemukan kasus baru setiap hari, total ada 35 kasus ditemukan dalam sepekan. Jumlah kasus ditemukan pada usia penduduk bervariasi, mulai dari nol tahun sampai 69 tahun, terbesar di rentang usia 20 sampai 49 tahun sebanyak 19 kasus baru.

 

Nihilnya pasien di RS, baik di ruang isolasi maupun ICU yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 setidaknya disumbang oleh antibodi dihasilkan dari vaksin yang telah disuntikkan. Namun demikian, keberadaan penduduk dengan gejala mendekati tidak bisa diabaikan, total ada 446 berstatus suspek, serta 18 berstatus probable, pelacakan kasus menghasilkan jumlah penduduk kontak erat sebanyak 641 orang.

 

“Artinya orang flu kan sekarang banyak, tapi kan jadi cluster baru, gara-gara satu menular, menular, menular kan bisa saja. Kaya di SMA karena ada beberapa kan kita tutup,” ungkapnya.

 

Sepanjang Pandemi Covid-19, total pasien dirawat di RS Kota Bekasi, milik pemerintah maupun swasta sebagian besar KTP luar Kota Bekasi. Hasil evaluasi mencatat 33 persen pasien yang pernah dirawat ber KTP Kota Bekasi, selebihnya ber KTP luar Kota Bekasi. (mif/sur)

Related Articles

Back to top button