180 Guru Manfaatkan Aplikasi untuk Mengajar Daring

Saut, Ketua MGMP Bahasa Inggris SMA Kota Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pandemi Covid-19 diakui Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA Kota Bekasi Muhammad Saut, menuntut guru untuk lebih kreatif dalam mengajar.

Tenaga pendidik harus mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana mengajar. “Pandemi menjadi salah satu tujuan kita sebagai seorang guru untuk memantapkan metode pembelajaran kepada siswa, yang dimana kami dituntut untuk terus berkembang dalam menyampaikan materi pembelajaran,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (14/11).


Menurut pria berusia 52 tahun ini, guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris SMA Kota Bekasi telah membuat aplikasi bernama Flipp E-Book untuk menyampaikan materi pembelajaran. Aplikasi yang menyerupai perpustakaan digital ini, telah dirilis saat pandemi melanda Indonesia pada 2020 lalu.

Dengan aplikasi itu guru lebih mudah dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa secara daring. Saat ini, sebanyak 180 guru telah memanfaatkan aplikasi tersebut.


“Kami memiliki 180 anggota dan menurut informasi yang didapat mereka semua sudah menggunakan aplikasi ini untuk melaksanakan pembelajaran daring,” jelas Saut-begitu ia disapa.

Aplikasi itu pun disambut baik oleh para siswa karena memudahkan pembelajaran. Hasil itu berdasarkan survey yang dilakukan oleh MGMP Bahasa Inggris SMA Kota Bekasi.

“Alhamdulillah siswa benar-benar sangat terbantu, karena kami juga melakukan survei kepada siswa. Aplikasi ini didesain dengan fitur yang simpel, sehingga siswa dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan mudah,” ucapnya.

Saat ini, aplikasi itu hanya berisi fitur modul-modul pembelajaran. Kedepan, organisasi ini akan mengembangkan fiturnya agar lebih memudahkan guru dalam mengajar.

“Untuk sementara masih diarahkan pada fitur modul pembelajaran, tapi kita ingin kembangkan beberapa fitur lain dengan aplikasi yang sama,” pungkasnya.

Aktif Kegiatan Keagamaan

Saut merupakan pria yang aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan rumahnya. “Alhamdulillah tidak hanya aktif dalam kegiatan pendidikan, saat ini saya juga aktif dalam kegiataan keagamaan,” ungkapnya.

Setiap minggunya, dirinya mengisi materi kuliah tujuh menit di masjid sekaligus memimpin doa. Menurutnya, ilmu agama bukan merupakan kepentingan pribadinya.

Melainkan kepentingan bagi semua orang, khususnya keluarga kecilnya di rumah. “Jika saya sebagai kepala rumah tangga tidak memiliki bekal cukup dalam ilmu agama, saya mau ngasih ilmu apa ke anak saya. Karena pendidikan formal saja tidak cukup,” katanya.

Bagi Saut, ilmu agama merupakan ilmu dari segala ilmu yang ada. Ilmu agama penting untuk dimiliki karena banyak pelajaran hidup yang bisa dipelajari. Ia juga membagikan ilmu agama kepada siswa di sekolah.

“Selain diberikan ke anak-anak saya, ilmu agama ini juga saya berikan kepada anak didik saya di sekolah. Karena emang bener-bener penting ilmu agama itu,” ucapnya.

Saut berharap, ilmu agama yang diberikan kepada anak-anaknya saat ini dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa mendatang. “Saya ajarkan dengan baik anak-anak saya ilmu agama, maka harapan saya anak-anak bisa tumbuh dengan baik dengan bekal ilmu yang ada,” tukasnya.

BIODATA

Muhammad Saut

Lahir: Bekasi, 25 Oktober 1969

Pendidikan:

– SDN Inpres Jati Luhur (1981)

– SMP Strada Kampung Sawah (1984)

– SLTA Jakarta Timur (1987)

– S1 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam As-Syafi’iyah (1995)

– S2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Indraprasta PGRI (2015)