Dewan Pelototi Distribusi Bansos

Illustrasi Bantuan Sosial

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN– Program bantuan sosial (Bansos) berupa hewan ternak kambing tengah menjadi perhatian menyusul baru pertama kalinya dilakukan di Kota Bekasi. Pasalnya penyaluran ribuan kambing beserta pakan, kandang dan lainnya menelan anggaran hingga Rp 6 miliar lebih.

Saat ini proses distribusi kambing termasuk fasilitas kandang dan pakan masih disebar Pemkot Bekasi. Sebelumnya, proses lelang dilakukan lewat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Oktober 2021.


Lelang itu berupa pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) berupa 1.100 domba atau kambing serta 200 ton pangan dan 100 kandang. Hingga saat ini belum 100 persen Bansos tersebut disebar ke 100 kelompok penerima bantuan di 11 Kecamatan Kota Bekasi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim mengatakan, pihaknya sudah memanggil Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP). “Kita panggil dan kita rapat bersama. Menurut laporan Kadis DKPPP pendistribusian domba dan kambing 75 persen sudah didistribusikan. Ini data yang mereka berikan ke kita data yang real ada,” kata dia.


Lanjut Arif, pihaknya akan melakukan konfirmasi ke lurah dan camat. Sejauh ini kata dia, beberapa kecamatan sudah membenarkan data tersebut. Termasuk peruntukkan kandang yang menelan biaya Rp 19 juta lebih diakuinya dari gambar dengan baja ringan dinilai memuhi standar.

“Tinggal kita melihat domba dan kambingnya nanti. Kita akan survei ke sana (kelompok tani), seperti apa sih domba dan kambing di distribusikan sesui atau tidak kita akan cek,” ujarnya.

Arif juga memastikan kelompok penerima bansos budidaya domba dan kambing akan dicocokan dengan data yang mereka terima. “Target kami satu atau dua bulan ini akan kita cek lokasi. Kalau bulan ini masih belum kelihatan. Setelah 100 persen di distribusikan kami akan mobile ke lapangan yang mereka (DKPPP) distribusikan. Tahap awal kita sudah lihat fakta lah. Tinggal 25 persen ini kita tunggu,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, Herbert Suyanto Wilprit Panjaitan mengatakan, dari 100 kelompok di 11 Kecamatan, baru setengah kelompok yang sudah di distribusikan domba dan kambing.

Diketahui, pihaknya mencatat jumlah kelompok tani yang menerima bantuan itu diantaranya 5 kelompok di Kecamatan Bekasi Utara, 8 kelompok di Bekasi Timur dan Bekasi Selatan 1 kelompok. Medan Satria 1 Kelompok. Sementara Rawalumbu 7 kelompok, Mustikajaya 20 kelompok, bantargebang 25 Kelompok,  Jatiasih 8 kelompok.  Jati sampurna 11 kelompok, Pondokmelati 8 kelompok dan Pondokgede 6 kelompok.

“Dari 100 kelompok di 11 Kecamatan, Bansos domba dan kambing yang sudah di distribusikan kelompok di Kecamatan Mustikajaya, Bantargebang, Rawalumbu, saat ini juga kita distribusikan domba dan kambing Kecamatan Bekasi Timur dan Utara,” kata Herbert kepada Radar Bekasi.

Pihaknya menargetkan pendistribusian rampung hingga Desember 2021. Untuk Domba dan kambing yang disalurkan ke kelompok tani 10 ekor betina dan 1 ekor jantan.

“Terkait harga 1 ekor jantan pagu Rp3,5 juta. Untuk betinanya Rp 3 juta per ekornya. Tapi dengan adanya tender melalui lelang maka pagunya akan menurun dari nilai pagu. Sudah sebagian yang kita distribusikan domba dan kambing. Yang kami belum distribusikan juga ada sebagain karena sedang proses pemeriksaan kesehatan domba dan kambingnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Herbert juga menjelaskan. Dari pagu anggaran pembelian pangan, domba dan kambing mencapai Rp 4,380 miliar setelah melalui lelang menjadi Rp 4,304 miliar lebih. Kemudian, pengadaan kandang dari pagu anggaran awal Rp 2,3 miliar setelah lelang menjadi Rp 1,907 miliar lebih, kandangnya dengan spek kandang terkoneksi.

Untuk pangan 200 ton harga perkilogramnya Rp 5 ribu. Satu kelompok dapat 2 ton pangan komplit. Selain itu untuk pembuatan kandang kelompok, satu kandang mencapai Rp 19 juta lebih.

“Untuk kandang domba dan kambing sudah di distribusikan ke masing-masing kelompok. Tapi masih ada yang belum didistribusikan domba dan kambingnya. Bulan ini (Desember) kita target terdistribusikan 100 persen. Obat-obatannya pun akan kita berikan dengan dikontrol oleh tenaga kesehatan yang ada,” ujarnya.

Kedepannya, kata dia, setelah terdistribusikan seluruhnya, monitoring dan penyuluhan kepada para kelompok  tani dilakukan dengan mengerahkan penyuluh dan dokter mencapai 30 petugas.

“Kita akan siapkan ya, 30 penyuluh dan dokter untuk mengontrol kesehatan ternak para penerima Bansos domba dan kambing,” ungkapnya.

Terpisah, Camat Pondokgede, Ahmad Sahroni ketika dikonfirmasi  terkait Bansos tersebut membenarkan  jumlah kelompok penerima bantuan domba dan kambing di wilayahnya sebanyak enam kelompok.

Setiap kelompok menerima 11 ekor kambing atau domba. Kelompok tersebut tersebar di kelurahan Jatimakmur dan Jaticempaka. “Kelompok tani tinggal menunggu ternaknya. Karena untuk kandang sudah siap,” katanya.

 

Kemudian, Camat Jatisampurna, Wahyudin mangaku di wilayahnya ada  11 kelompok yang menerima bantuan subsidi domba. “Sesuai dengan hasil seleksi ada 11 klompok yang menerima bantuan subsidi domba. Saat ini sedang menunggu pendistribusiannya,” ucapnya.

Sedangkan, wilayah Kecamatan Mustikajaya. Camat Mustikajaya, Gutus Hermawan mengaku, dari 25 kelompok tani diwilayahnya sudah mendapat distribusi domba atau kambing.

“Dari 25 kelompok tani yang terdata dapat bansos domba atau kambing diwilayah saya, seluruhnya sudah terdistribusikan,” ucapnya.

Menurutnya, kandang serta kambing yang di distrubusikan diklaim baik dan sehat.”Saya lihat bagus untuk kandangnya dan domba atau kambingnya juga sehat. Kemarin saya lihat di salah satu kelompok tani yang dapat bansos budidaya domba dan kambing.Tinggal bagimana nanti kelompok taninya bisa dikembangkan lagi atau tidak. Saya sih harapnya mereka (kelompok tani) bisa,” tukasnya.

Diketahui, jenis domba yang distribusikan domba priyangan, sedangkan kaming Jawa Randu. Untuk kambing  atau domba jantan sebanyak 100 dan betina 1.000. (pay)