Berita UtamaPendidikan

Ajak Generasi Muda Bermimpi dan Berkarya Lagi

Wimnus Helat Seminar Nasional Entrepreneur Indonesia Recovery

ANTUSIAS:  Sejumlah peserta antusias mengikuti seminar nasional Entrepreneur Indonesia Recovery bertajuk “Menyambut Musim Semi Pasca Pandemi”. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) menghelat seminar nasional Entrepreneur Indonesia Recovery bertajuk “Menyambut Musim Semi Pasca Pandemi”. Kegiatan yang diikuti oleh 500 peserta, terdiri dari pelajar, santri, dan mahasiswa ini berlangsung di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) JIA, Minggu (19/12).

Pimpinan Wimnus Jawa Barat Mochammad Haula menjelaskan, kegiatan ini mengajak para generasi muda di wilayah Bekasi untuk melakukan recovery atau pemulihan dan menyudahi segala kesulitan selama masa pandemi Covid-19.

“Pandemi yang kita alami selama dua tahun ini cukup berdampak pada penurunan finansial dan mental leadership. Nah, Wimnus hadir untuk menaikan level-level tertentu khususnya pada dunia pendidikan,” ujarnya di sela kegiatan.

Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat guna mencegah penularan virus. Para peserta yang hadir wajib menggunakan masker dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Selain itu, seminar dilaksanakan menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang agar tidak menimbulkan kerumunan. Lebih lanjut Haula menyampaikan, adanya pandemi para pelajar diminta untuk tidak berhenti bermimpi dan berkarya.

“Ini merupakan salah satu ajakan Wimnus kepada para pelajar bahwa ayo kita sama-sama bermimpi lagi dan berkarya lagi,” tuturnya.

Haula menambahkan, seminar ini terselenggara atas kerjasama Wimnus dan STBA JIA. Ia berharap, kolaborasi serupa dapat dilakukan oleh perguruan tinggi lainnya di wilayah Bekasi.

“Kita berharap setelah ini lebih banyak perguruan tinggi yang bisa melakukan kerjasama dengan Wimnus untuk menghelat acara seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, President Of OIC Youth Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP Wimnus Syafii Efendi menyampaikan, bahwa dalam istilah Cina krisis terbagi menjadi dua yaitu peluang dan masalah.

“Dalam istilah Cina krisis terbagi menjadi dua, yaitu peluang dan masalah. Lalu bagaimana memanfaatkan krisis ini sebagai lompatan besar untuk kita mengambil posisi terbaik dengan cara recovery ini,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor. Antara lain, perekonomian dan pendidikan. Sehingga generasi muda harus dengan cepat melakukan pemulihan tersebut.

“Siapa yang berperan melakukan recovery dengan cepat, yaitu para generasi muda,” ucapnya.

Hal tersebut dapat dimulai dari pola pikir yang terbentuk bahwasannya pandemi Covid-19 ini dapat menjadi peluang untuk bisa mengambil posisi yang lebih bagus.

“Mindset bisa terbentuk dari lingkungan kecil, seperti keluarga ataupun satuan institusi seperti organisasi kampus. Sehingga Covid-19 ini menjadi peluang bukan masalah, nah kita yang bisa menentukan mau jadi yang dirugikan atau yang diuntungkan,” ujarnya.

Sementara, Dewan Pembina Wimnus Bekasi Heri Koswara mengatakan, bahwa saat ini Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Jawa barat masuk dalam urutan ke-24.

“Artinya memang ada lima sisi kontribusi harus diberikan kepada anak muda, memang ini bukan tugas pemuda saja tetapi juga pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kelima kontribusi tersebut ialah, pendidikan, kesehatan, partisipasi kepemimpinan, lapangan pekerjaan dan diskriminasi gender.

“Lima tolak ukur ini jika dijalankan dengan baik dapat menaikan indeks pembangunan pemuda, makanya kita sama-sama melakukan perubahan dan pembangunan agar indeks pembangunan pemuda kita bisa terus meningkat,” terangnya.

Pria yang juga sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini mengapresiasi seminar tersebut. “Ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat saya apresiasi, karena adanya kegiatan ini para generasi muda dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dan semangat untuk dikembangkan,” pungkasnya. (dew/oke/pms)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button