Awali dengan Satukan Visi Misi

Kosim Komarudin, Ketua MGMP Teknik Pengelasan SMK Kota Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Terbentuknya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknik Pengelasan pada tahun ini menjadi sebuah motivasi baru bagi para guru yang melakukan pengajaran di bidang tersebut. Diketuai oleh Kosim Komarudin, organisasi profesi guru ini akan mengawali dengan menyatukan visi dan misi sebelum menjalankan program.

Sebelumnya Teknik Pengelasan masuk dalam ruang lingkup MGMP Teknik Mesin. Namun dengan segala kondisi dan keadaan, harus dipisahkan dan dibentuklah MGMP Teknik Pengelasan yang disahkan pada 2021.


“Alasan teknik pengelasan memutuskan untuk memisahkan diri dengan MGMP Teknik Mesin karena pembelajaran dan kompetensi keahliannya sudah berbeda. Sehingga teknik pengelasan sudah bisa berdiri sendiri dan di struktur kurikulum yang baru terutama di SMK Pusat Keunggulan (PK) teknik pengelasan sudah bukan di bawah teknik mesin lagi jadi sudah sejajar, sehingga kami bisa memisahkan diri,” tutur Kosim kepada Radar Bekasi, Sabtu (18/12).

Sejumlah program dan pembahasan utama akan dilakukan MGMP Teknik Pengelasan. Antara lain, menyatukan visi dan misi antar pengurus serta anggota, pembahasan struktur kurikulum, melakukan pembedahan bagi sekolah yang memiliki jurusan teknik mesin agar memiliki program yang sama, meningkatkan kompetensi guru teknik pengelasan dan meningkatkan kompetensi siswa.


“Sebagai organisasi kepengurusan baru, kami memiliki banyak program yang rencananya akan kami jalankan. Sehingga kami harapkan semua program yang direncanakan dalam berjalan dengan baik dan juga bisa terealisasi,” ujarnya.

Dalam program peningkatan kompetensi guru, MGMP Teknik Pengelasan SMK Kota Bekasi akan memanggil instruktur dari sejumlah industri atau lembaga diklat terkait agar guru memiliki kemampuan yang seragam.

Sementara untuk program peningkatan kompetensi siswa akan diadakan pelatihan-pelatihan dan lomba mengenai teknik pengelasan agar merangsang minat siswa untuk menjadi yang terbaik.

“Kami akan sering melakukan pembahasan atau diskusi dengan para pengurus dan anggota agar sejumlah program yang kami rencanakan ini bisa berjalan. Tetapi yang akan kami mulai terlebih dahulu adalah menyatukan visi dan misi kami sebagai pengurus baru MGMP Teknik Pengelasan,” jelasnya.

Saat ini MGMP Teknik Pengelasan SMK Kota Bekasi baru memiliki 9 anggota. Pasalnya, di Kota Bekasi masih jarang sekali sekolah yang sanggup membuka program studi Teknik Pengelasan karena beberapa faktor lain seperti biaya operasional yang cukup tinggi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup sulit.

“Selain yang saya sampaikan tadi peminat pelajar untuk mengambil jurusan ini tuh masih sedikit sekali, karena satu pola pikir siswa masih menganggap bahwa jika mengambil jurusan ini ujung-ujungnya akan menjadi tukang las, padahal tidak karena di Teknik Pengelasan itu bukan hanya satu jenis pengelasan yang diajarkan namun banyak materi dan program pengelasan yang lebih komplek dan sangat dibutuhkan di industri,” terangnya.

Dengan hadirnya MGMP Teknik Pengelasan SMK Kota Bekasi, diharapkan banyak perubahan yang berdampak positif bagi dunia pendidikan. Khususnya membentuk pola berpikir siswa agar lebih tertarik lagi dalam memiliki program teknik pengelasan menjadi sebuah keahlian yang dimiliki. Sebab diyakini peluang pekerjaan yang cukup besar dapat diraih karena industri manufaktur membutuhkan pengelasan baik las gas atau las listrik.

“Banyak para lulusan teknik mesin di Kota Bekasi, yang sudah bekerja di luar negeri, terutama di Jepang dan banyak siswa yang memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Sehingga kami yakini peluang pekerjaan sangat banyak sekali bagi siswa lulusan teknik pengelasan,” pungkasnya.

Berkebun untuk Isi Waktu Luang

Berkebun menjadi pilihan pria berusia 47 tahun ini untuk mengisi waktu luangnya, selain berkumpul bersama keluarga. Biasanya, aktivitas itu dilakukan pada Sabtu dan Minggu.

“Saya punya halaman yang cukup untuk membuat kebun kecil sendiri, jadi setiap weekend saya merawat beberapa tanaman,” ungkap Kosim.

Baginya, berkebun dapat membuat pikirannya lebih santai dari aktivitas sehari-harinya. Selain itu, membuatnya lebih sehat karena setiap pagi dirinya berjemur sambal berolahraga dengan cara mencangkul tanah.

“Memiliki hobi berkebun bisa membuat saya lebih sehat, karena kita melakukan aktivitas di pagi hari secara tidak langsung kita mendapatkan sinar matahari yang bagus dan olahraga dengan cara mencangkul tanaman,” ucapnya.

Adapun jenis tanamanan yang ada di kebun mini miliknya seperti pohon cabai dan pisang. Hasil panennya selama ini untuk konsumsi keluarga seperti bahan sayur asem dan pisang goreng.

“Saya selalu senang ketika hasil panen saya bagus, berarti saya bisa merawat tanaman-tanaman saya dengan baik. Apalagi hasilnya bisa dikonsumsi oleh keluarga saya, tambah senang lagi saya,” pungkasnya. (dew)

BIODATA

Kosim Komarudin

Lahir: Bekasi, 6 September 1974

Pendidikan:

– SDN Dukuh Kabupaten Bekasi (1989)

– SMPN Setu Kabupaten Bekasi (1991)

– STM Yatek Bogor (1994)

– S1 Teknik Mesin Universitas Negeri Jakarta (1999)

– S2 Administrasi Publik STIAMI Jakarta (2021)