Dinilai Ketinggalan Zaman, Gubernur Jabar Bakal Desain Hutan Kota

NAIK KUDA: Seorang anak menaiki kuda, di Taman Hutan, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (16/1). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Sebagai paru-paru Kota Bekasi, Hutan Kota yang memiliki luas lahan tiga hektar dan ditumbuhi 7.000 batang pohon, diantaranya pohon mahoni, ketapang, asam, kecapi, akasia, pohon sengon, dan lain sebagainya.

Akan tetapi saat ini, Hutan Kota yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, tepatnya di lingkungan Stadion Patriot Candrabhaga, dinilai kurangnya kegiatan masyarakat dan desainnya dianggap ketinggalan zaman.


Saat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berkunjung ke Hutan Kota sambil melihat-lihat dan berkeliling, tidak begitu ramai kegiatan masyarakat di kasawan tersebut.

“Kota Bekasi ini ternyata memiliki sebuah hutan kota yang luas. Namun, saya tidak melihat banyak kegiatan masyarakat,” ucap pria yang akrab disapa Kang Emil ini, saat berkunjung ke Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.


Ia menilai, itu artinya masyarakat kurang tertarik datang ke hutan kota, sebab tidak memberikan ruang-ruang yang sesuai dengan kemajuan zaman.

“Kurangnya interaksi di Hutan Kota Bekasi ini, karena tidak ada ruang-ruang yang sesui dengan kemajuan zaman. Kira-kira begitu yah,” tuturnya.

Melihat hal itu, Kang Emil menyampaikan, pihaknya akan mengusulkan desain ulang hutan kota, sehingga harus menjadi paru-paru ekologis dan paru-paru sosial juga.

Bedakan hutan kota dengan hutan belantara?. Kalau hutan belantara, itu hanya ada pohon saja, nggak ada orang, kalau hutan kota, itu ada pohon dan juga interaksi sosialnya.

“Nah, ini interaksi sosialnya nggak ada, jadi masih belum sempurna. Selain harus ada reformasi birokrasi, penataan ruang untuk masyarakat juga harus lebih tinggi dibanding ruang pribadi. Kami akan desain Hutan Kota Bekasi ini secepatnya,” janji Kang Emil.

Menanggapai hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengaku bersyukur dengan adanya kunjungan Pak Gubernur ke Hutan Kota Bekasi.

“Kami berharap, dengan adanya kunjungan Pak Gubernur Jabar ke Hutan Kota Bekasi, apa yang sudah disampaikan, itu betul-betul bisa terwujud. Supaya Hutan Kota lebih tertata, rapih dan lebih banyak bermanfaat untuk masyarakat Kota Bekasi,” bebernya.

Sementara untuk desain Hutan Kota, kata Yayan, itu langusng Pak Gubernur yang akan menentukan. Seperti apa modelnya, dia juga belum mengetahui dari Pak Gubernur.

“Untuk desainnya saya belum tau seperti apa. Nanti kita nunggu desain dari Pak Gubernur,” ujarnya.

Kemudian, anggaran untuk merevitalisasi Hutan Kota, sangat terbatas. Dan dirinya mengharapkan bantuan dari Provinsi Jabar, sekaligus mendesain dan membangun.

Menurut Yayan, sama halnya dengan Alun-alun Kota Bekasi, yang mendesain sekaligus pembiayaannya dari Provinsi Jabar.

“Kalau di bilang Hutan Kota, memang tidak layak. Sebab, ada aktifitas di sana. Cuma ada titik-titik tertentu yang harus diperbaiki, dan ditata ulang. Sedangkan waktunya, saya juga belum tau secara pasti. Namun kami harapkan secepatnya bisa direalisasikan,” pinta Yayan. (pay)