Kota Bekasi Belum Punya Halte Ikonik dan Ramah Lansia

Illustrasi Halte Bus

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Kota Bekasi sebagai adalah salah satu penyangga Ibukota DKI Jakarta, dan memiliki puluhan halte, namun tidak ada satupun dari yang memiliki konsep modern (ikonik).

Dari 57 halte yang ada di sepanjang jalan Nasional, Provinsi maupun Kota Bekasi, anggaran perawatannya juga sangat minim. Sehingga, keberadaan halte tersebut, tidak terawat dan ketinggalan dan kumuh.


Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengakui, saat ini pembangunan untuk halte tidak ada. Sebab, untuk membangun halte yang bagus dan ikonik itu bisa mencapai Rp 350 juta.

“Sedangkan untuk pemeliharaan 57 halte saja, kami hanya dikasih anggaran Rp 150 sampai Rp 200 juta. Itu hampir setiap tahun, dan termasuk tahun 2022 ini, sudah disahkan,” kata Johan kepada Radar Bekasi, Senin (17/1).


Dari anggaran yang ada, lanjut dia, tidak mungkin seluruh halte yang ada diperbaiki. Maka dari itu, dengan keterbatasan anggaran, pihaknya memilih perbaikan halte yang dianggap sudah tidak layak digunakan.

Dirinya berharap, dengan pimpinan baru, yakni Plt Wali Kota Bekasi ini, bisa mengakomodir untuk pembangunan halte yang bagus dan ikonik.

“Maka dari itu, saya sedang meminta tim untuk mendata halte yang rusak, sehingga bisa diperbaiki oleh bidang Lalin. Sebab, anggarannya minim sekali,” ucap Johan.

Menurut dia, seharusnya Kota Bekasi yang dekat dengan DKI Jakarta, sudah harus memiliki halte yang ikonik, dan multifungsi, ada tempat penitipan sepeda, seperti di Bandung.

“Memang bentuk halte yang ada di Kota Bekasi saat ini, bentuknya jadul semua. Saya nggak mau bilang ketinggalan zaman. Sebab, anggaran selama ini lebih banyak ke pembelian alat kesehatan dan penanganan Covid-19. Dan semoga tahun ini, bisa beralih ke infrastruktur,” harapnya.

Sementara anggota Komisi II DPRD Kota dan juga sebagai Sekretaris Pansus 18 Tentang Perda Lansia, Bambang Supriadi menyampaikan, terkait halte pihaknya bekerjasama dengan enam dinas terkait, salah satunya Dishub. Bagaimana kemudian, Dishub itu mempersiapkan halte ramah lansia.

“Seharusnya sudah ada halte khusus untuk lansia. Terkait dengan anggaran dan lainnya, itu merupakan programnya Dishub, dan sudah disepakati,” tutur Bambang.

Dijelaskan Bambang, tentang pembuatan halte ramah lansia dan ikonik, itu sudah masuk rekomendasi Pansus 18.

Sebab, tidak hanya Dishub saja, Dinas Pariwisata dan Budaya, juga masuk dalam perencanaan halte ramah lansia.

“Kita juga telah lakukan rapat dengan tokoh masyarakat. Dengan kelompok lansia sudah dibicarakan. Kalau untuk anggaran, kami tidak ikut campur, tetapi harus dijalankan. Dan masing-masing dinas harus mempersiapkan itu. Diharapkan, halte-halte yang ada di Kota Bekasi, layak lansia, dan kalau bisa ikonik,” saran Bambang. (pay)