Tunggu Pemberian Vaksin Booster Siswa

TATAP MUKA:Seorang guru memantau kegiatan pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 1 Bekasi, Kota Bekasi, Senin (17/1). Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jawa Barat sudah mulai 100 persen. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

BEKASI TIMUR- Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen mulai diterapkan di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kota Bekasi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah III, Asep Sudarsono mengatakan PTM 100 persen sudah dimulai sejak Senin (17/1) lalu.


“Ya untuk di Kota Bekasi karena memasuki pada level 2 sudah memulai Pembelajaran Tatap Muka 100 persen karena hal tersebut merupakan syarat dari diperbolehkannya belajar offline, “kata Asep sapaan akrabnya ketika dihubungi Radar Bekasi, Selasa (18/1).

Syarat lainnya ialah tenaga pengajar serta para murid sudah divaksin minimal 80 persen. Di Kota Bekasi sendiri lanjut dia, tenaga pengajar SMA dan sederajat sudah divaksin hampir 90 persen.


Sedangkan untuk siswanya sudah hampir 99 persen sedangkan yang 1 persen memiliki komorbid. Syarat lainnya kesiapan sarana dan prasarana yang dinilai sudah siap.

Sejauh ini pihaknya masih menunggu Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk memberikan vaksin dosis tiga atau booster untuk pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.

“Kita sedang menunggu Dinas Kesehatan untuk memberikan vaksin dosis tiga atau booster kepada siswa-siswi SMA dan sederajat. Pada prinsipnya kita adalah pelaksana dan juga seluruh sekolah dibawah naungan kita pun sudah siap,” terangnya.

Dirinya berpesan agar seluruh kepala sekolah, komponen pengajar, dan siswa-siswi menjaga aturan yang sudah ditetapkan agar terhindar dari varian covid-19.

“Saya harap tidak ada kerumunan saat pulang sekolah. Tidak ada kantin yang buka. Siswa siswi harus membawa makanan dan minuman dari rumah. Dan intinya PTM 100 persen ini seluruh sekolah SMAN dan SMKN telah memenuhi syarat,” tukasnya.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum Senin (17/1) sempat melakukan monitoring Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 di Kota Bekasi. “Saat ini saya diberikan tugas dari pak Gubernur Jawa Barat untuk melihat proses belajar mengajar di SMAN 1 Kota Bekasi. Terlebih pihak sekolah apakah sudah menjalankan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan Pemerintah saat ini,” kata Uu.

Dirinya memastikan pembelajaran tatap muka berjalan dengan aman dan nyaman, terlebih Virus Covid-19 masih menghantui warga Indonesia dan Kota Bekasi.

“Sesuai SKB 4 Menteri kita melihat apakah sekolah yang dibawah naungan Provinsi Jawa Barat sudah melakukan proses menjaga protokol kesehatan. Alhamdulillah salah satu SMAN 1 di Kota Bekasi sudah melakukan itu semua, dan alhamdulilah guru dan murid nya sudah di vaksin semua,” tukasnya.

Terpisah, Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono menyatakan perlu adanya guru yang melakukan piket sekaligus penjagaan di setiap koridor serta ruang kelas agar pembelajaran tatap muka di SMA dan SMK Kota Bekasi bisa berjalan dengan aman tanpa harus takut dengan adanya Covid-19.

“Ya harus ada pengawasan juga dari para guru di sekolah tersebut, agar para siswa dan siswi yang belajar di sekolah selama kurang lebih enam jam bisa merasa aman tanpa takut terpapar Covid-19,” tutupnya. (pay).