Kurikulum Bisnis Digital SMK Diterapkan secara Berjenjang

MENIMBANG: Siswa SMKN 15 Bekasi menimbang bahan pewarna sabun cuci piring saat praktik kurikulum bisnis digital. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kurikulum bisnis digital telah diajarkan bagi siswa SMK. Kurikulum hasil kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Shopee Indonesia itu masuk dalam materi pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK).

Kepala SMKN 1 Cikarang Selatan Nopriandi mengatakan, kurikulum bisnis digital sudah mulai diterapkan oleh tiga SMKN di Kabupaten Bekasi sejak November tahun lalu.


“Penerapannya dilakukan secara berjenjang, kami baru mendata yang negeri dulu,” ujar Nopriandi kepada Radar Bekasi, Selasa (8/3).

Sementara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 15 Bekasi Dhani Irawan mengatakan, kurikulum bisnis digital ini  dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan.


“Metode ini memang sangat membantu siswa. Selain itu juga dapat mencetak generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” terangnya.

Menurutnya. tamatan SMK bukan hanya berfokus pada mencari pekerjaan saja, akan tetapi dapat membuka lapangan pekerjaan dengan cara berwirausaha. Penerapan kurikulum bisnis digital ini dapat menjadi suatu solusi.

“Kurikulum Shopee ini adalah jawaban atas tantangan yang harus dihadapi oleh siswa dan saat ini manfaatnya sudah sangat dirasakan,” jelasnya.

Beberapa hasil karya siswa, seperti pewangi, pembersih lantai, roll on dan barang lainnya telah dipasarkan melalui akun shopee yang dimiliki oleh sekolah.

“Barang-barang hasil karya siswa dijual diakun shopee milik sekolah. Setiap ada promo kami selalu ikut dan orderan yang kami terima cukup banyak.” terangnya.

Dalam penerapan kurikulum bisnis digital ini, sekolah menghadirkan beberapa narasumber kompeten sesuai dengan bidangnya. Sehingga pengetahuan usaha dapat dikuasai secara menyeluruh oleh siswa.

“Siswa diharapkan dapat menguasai secara penuh materi mengenai marketing digital dan strateginya,” tukasnya. (dew)