Butuh Dokter Spesialis Dampingi Vaksinasi Lansia

VAKSINASI LANSIA: Petiga tenaga kesehatan ketika menyuntikan vaksin Covid-19 kepada lansia saat program door to door. CR2/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Vaksinasi lansia secara door to door dilakukan Kelurahan Medansatria, Kecamata Medansatria guna mengejar target 100 persen vaksinasi untuk lansia mencegah tingkat keparahan saat terinfeksi Covid-19.

Sejauh ini, Kelurahan Medansatria baru melaksanakan vaksinasi lansia dosis 1sebanyak 75 persen, sedangkan untuk dosis ke 2 baru bisa dilakukan 2-3 bulan usai penyuntikan dosis pertama.


“Untuk wilayah kelurahan Medansatria sendiri vaksin lansia baru mencapai target 75 persen untuk dosis satu. Dosis ke dua nya itu masih nunggu 2-3 bulan lagi, karena dosis pertama itu Astrazaneca dosis nya tinggi juga” ujar Novita, Sekretaris Lurah Medansatria.

Kurangnya target yang dicapai oleh pihak kelurahan Medansatria dikarenakan faktor usia dan penyakit dalam yang dialami oleh lansia. “Iya faktor umur dan penyakit dalam yang diderita, jadi lambat untuk presentase kami,” ucapnya.


Pasalnya vaksinasi lansia juga harus melihat riwayat penyakit hingga proses pemeriksaan kesehatan sebelum divaksinasi. Sehingga perlu dokter spesialis melakukan pendampingan saat vaksinasi lansia.

Kurangnya dokter spesialis penyakit organ dalam yang mendampingi saat kegiatan dor to dor membuat pihak kelurahan Medansatria khawatir jika belum dilakukan pemeriksaan.

“Gak ada dokter spesialis organ dalam yang mendampingi, kalau ada terjadi apa-apa nanti kami lagi yang disalahkan,” ujarnya.

Kegiatan vaksinasi lanjut usia (lansia) memang lebih berhati-hati dan harus memenuhi prosedur yang di berikan oleh Kementerian Kesehatan. (cr2)