Harus Memiliki SDM Berkompeten, Sejumlah Kalangan Dukung Digitalisasi Perpustakaan

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi membaca buku di sekolah. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah kalangan di Kota Bekasi mendukung permintaan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) agar adanya revolusi perpustakaan konvensional menjadi digital.

Ketua Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya Prawiro Sudirjo mengatakan dorongan peralihan perpustakaan menjadi digital merupakan langkah yang cukup baik.


“Menghadapi era Metaverse dan era digital society 5.0 memang perpustakaan digital menjadi solusi yang ampuh untuk menghadapi kemajuan peradaban” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (31/3).

Menurutnya, pembelajaran yang dilakukan secara daring membuat siswa tidak bisa mengunjungi perpustakaan di sekolah. Sehingga solusi terbaiknya adalah digitalisasi perpustakaan.


“Digitalisasi perpustakaan memang menjadi langkah baik, perkembangan yang semakin maju membuat sebagian masyarakat memegang gadget khususnya bagi pelajar. Hampir semua masyarakat megang gadget jadi secara tidak langsung mereka bisa menjangkau bahan bacaan yang diperlukan,” jelasnya.

Kendati demikian keberadaan perpustakaan konvensional tetap menjadi sebuah kebutuhan bagi sebagian masyarakat untuk mendapatkan bukti fisik secara utuh berupa buku yang diperlukan.

“Meskipun nantinya jika digitalisasi perpustakaan memang jadi solusi yang baik, tapi bukti fisik yang dimiliki perpustakaan masih akan menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat,” ucapnya.

Dikatakannya, perpustakaan digital juga tetap harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dengan memahami perkembangan dunia digital. Sehingga buku bacaan yang disebarkan melalui perpustakaan digital dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat maupun kalangan pelajar.

“Harus update, teliti dan juga juga tekun. Selain itu faktor keamanan digital juga perlu dikuasai oleh SDM pemilik perpustakaan digital,” jelasnya.

Sementara, Guru SDN Jatiasih IV Kota Bekasi Surya mengungkapkan, perubahan perpustakaan digital akan membutuhkan adaptasi yang cukup lama bagi siswa SD.

“Perpustakaan digital ini jadi salah satu langkah yang baik, dimana masyarakat atau pelajar bisa mengakses bahan bacaan dengan mudah. Tapi mungkin untuk siswa SD membutuhkan adaptasi yang cukup panjang,” ucapnya.

Pasalnya beberapa siswa SD belum update dalam penggunaan digitalisasi. Sehingga perpustakaan digital harus menjadi sebuah pembiasaan yang diinformasikan melalui sekolah kepada siswanya.

“Adanya perpustakaan yang ada di sekolah memang siswa kurang minat untuk berkunjung, tapi mungkin dengan adanya digitalisasi ini bisa menjadi sebuah langkah baik, meskipun tadi adaptasinya akan cukup lama ditempuh. Karena harus ada informasi terus menerus yang diberikan pihak sekolah kepada siswanya mengenai perpustakaan digital” pungkasnya. (Dew)