Ditambal Saja Tak Cukup, Warga Minta Perbaikan Permanen

PERBAIKAN JALAN: Seorang pekerja mengoperasikan alat berat saat melakukan perbaikan Jalan Inspeksi Kalimalang, di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (17/4). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Adanya perbaikan Jalan Inspeksi Kalimalang, mengakibatkan kemacetan parah, tepatnya di perempatan Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, serta beberapa titik lainnya.

Kasatlantas Polres Metro Bekasi, Kompol Arga Dija Putra menjelaskan, kemacetan yang terjadi di Jalan Inspeksi Kalimalang, imbas dari perbaikan beberapa ruas jalan di Kabupaten Bekasi.


“Memang di jalur Kalimalang, sedang ada beberapa titik perbaikan jalan rusak, yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga,” terang Arga.

Meski begitu, kata Arga, kemacetan panjang hanya terjadi pada saat jam berangkat dan pulang kerja. Pihaknya pun telah menempatkan personel untuk mengatur lalu lintas bersama Dishub.


“Untuk jumlah kendaraan yang melintas cukup banyak pada jam-jam tertentu, pagi dan sore hari. Namun di luar itu, antrian tidak terlalu panjang, dan anggota sudah melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi,” terangnya.

Arga juga mengimbau, agar masyarakat bisa mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan selama proses perbaikan jalan dilakukan.

Sebagaimana diketahui, perbaikan jalan yang dilakukan, dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran 1443 Hijriah, dan telah dimulai sejak Selasa (12/4) lalu, dengan harapan bisa rampung pada H-10 Lebaran.

Dengan kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, diminta memperbaiki jalan rusak di Jalan Inspeksi Kalimalang, yang semula ditambal sementara selama mudik Lebaran, agar menjadi permanen.

“Usul kami, jalan rusak yang ditambal sementara waktu karena mau mudik Lebaran, agar diperbaiki menjadi permanen,” kata warga Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Ade.

Ia meyakini, perbaikan jalan untuk sementara menjelang mudik Lebaran itu tidak akan bertahan lama. Apalagi, setiap hari volume kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut, kerap dipadati kendaraan bertonase besar.

Makanya perbaikan harus dilakukan secara permanen, agar kondisi jalan tetap dalam keadaan baik dan tidak mengganggu pengendara yang melintas.

“Biasanya, pasca Lebaran, akan muncul kembali lubang di jalan rusak yang ditambal sementara. Makanya, jangan perbaikan hanya dilakukan saat mau Lebaran saja,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan warga Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Ryan. Menurutnya, bila perbaikan jalan hanya dilakukan sementara, bisa berbahaya.

Apalagi, disaat musim hujan, kerusakan jalan diyakini akan semakin parah, karena muncul lubang baru, dan ditambah jalan yang ditambal sementara.

“Perbaikan jalan harus menjadi perhatian serius pemerintah. Jangan hanya pada saat momen tertentu saja tetapi harus rutin,” katanya.

Kabid Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Heru Pranoto menjelaskan, pihaknya menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk memperbaiki jalan dengan metode tambal sulam.

“Anggarannya sudah dipersiapkan Rp 3 miliar. Jadi yang kami perbaiki hanya ruas jalan yang rusaknya saja, tidak keseluruhan,” terang Heru.

Pihaknya telah memetakan lokasi jalan rusak di sepanjang Kalimalang, mulai dari wilayah perbatasan antara Kota Bekasi hingga Kabupaten Karawang.

Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, ruas jalan yang rusak tersebar di empat kecamatan, yakni Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat dan Cikarang Pusat.

“Total jalan yang rusak itu, kira-kira 3.900 meter persegi. Perbaikan ini kami lakukan untuk memastikan agar pemudik aman saat saat berkendara,” tandasnya. (and)