RADARBEKASI.ID, BEKASI — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengunjungi rumah duka korban tabrakan kereta, Nurlaela (40), seorang guru SD, di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, Selasa (28/4) sore.
Dalam kunjungan itu, Dedi memberikan perhatian khusus kepada dua anak almarhumah dengan menjadikan keduanya anak angkat. Ia juga memastikan seluruh biaya pendidikan kedua anak tersebut akan ditanggung hingga lulus kuliah.
Selain jaminan pendidikan, Dedi turut menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa warga Cikarang Timur tersebut.
“Saya dan atas nama pemerintah provinsi mengucapkan rasa duka kami. Kepada keluarga almarhuman Nurlaela dan juga korban lainnya baik yang meninggal, luka-luka yang masih dirawat maupun sudah pulang,” ucap Dedi Mulyadi di Cikarang Timur, Selasa (28/4).
Dedi juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses investigasi kecelakaan tersebut. Ia meminta agar seluruh pihak terkait melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Semua hal terkait kecelakaan harus diinvestigasi dengan baik, sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa,” tambahnya.
Ia menambahkan, penanganan para korban dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait, termasuk BPJS, PT KAI, dan pihak asuransi.
“Kita berkomitmen berikan bantuan alami luka-luka, masih dirawat maupun sudah meninggal dan ini bersama-sama karena ditangani BPJS, KAI, asurani dan termasuk bapak presiden sudah turun,” tutup Dedi. (ris)











