SMPN 12 Kota Bekasi Tampilkan Karya Ramah Lingkungan

GUNTING PITA: Camat Bekasi Selatan Karya Sukamajaya didampingi oleh Dewan Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi dan Kepala SMPN 12 Kota Bekasi Dini Wiandini, menggunting pita sebagai tanda diresmikannya Gebyar Project Expo 2. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – SMPN 12 Kota Bekasi menghelat Gebyar Project Expo 2 bertajuk “Wujudkan Mimpi Bersama Jadikan Siswa Memiliki Jiwa Profil Pelajar Pancasila dengan Apresiasi Citra Budaya Nusantara dan Karya Cipta Kelola Limbah Menjadi Berguna untuk Alam Semesta”.


Dalam kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah, Kamis (23/6) itu menampilkan beberapa karya ecogreen atau ramah lingkungan berupa meja dan kursi berbahan limbah plastik dan botol bekas. Gebyar Project Expo merupakan implementasi program Sekolah Penggerak.

Kepala SMPN 12 Kota Bekasi Dini Wiandini mengungkapkan, sebagai Sekolah Penggerak angkatan pertama pada tingkat SMP di Kota Bekasi, pihaknya berupaya untuk membangun profil Pelajar Pancasila yang berkarakter.


“Kami merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan pertama, dimana Gebyar Project Expo ini adalah salah satu rangkaian dari program implementasi Sekolah Penggerak,” ujarnya kepada Radar Bekasi, dalam kesempatan tersebut.

Ia menjelaskan, Gebyar Project Expo 2 hanya diikuti oleh 479 siswa kelas VII dengan dibantu orang tua siswa dan juga guru. “Karena penerapan Kurikulum Merdeka ini diawali bagi siswa kelas VII, maka kami hanya menjelaskan program ini bersama kelas VII dibantu dengan orangtua siswa melalui komite dan guru,” jelasnya.

Menurutnya, selama satu tahun pelajaran SMPN 12 Kota Bekasi telah menggelar tiga tema yang diadakan dalam bulan yang berbeda. Tema pertama yaitu Bangunlah Jiwa Raganya, tema kedua Kebhinekaan Global, dan tema ketiga Gaya Hidup berkelanjutan.

“Cipta Karya dengan beberapa tema yang kami usung merupakan program dari Sekolah Penggerak. Dan hari ini merupakan tema ketiga yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan, dimana siswa menampilkan beberapa hasil karya Ecogreen, yaitu bahan-bahan limbah yang kami gunakan untuk membuat tempat duduk ataupun meja,” tuturnya.

Selain itu SMPN 12 Kota Bekasi memiliki target untuk mengimplementasikan enam dimensi profil Pelajar Pancasila. Yaitu, beriman dan bertaqwa, bernalar kritis, gotong-royong, mandiri, kreatif dan berkebinekaan global.

“Tujuan kami adalah bisa mengimplementasikan enam dimensi profil Pelajar Pancasila. Alhamdulillah dari program Gebyar Project Expo ini kami bisa melihat kemandirian, kreativitas dan gotong royong bersama antara siswa, guru dan orangtua siswa,” tuturnya.

Melalui program Sekolah Penggerak dan Kurikulum Merdeka, Dini berharap,  sekolah dapat menciptakan pembelajaran yang holistik dan learning to do atau belajar untuk berkarya.

Perwakilan Komite Sekolah Nenden Kusmiati Dewi Ningrat mengungkapkan, sebagai perwakilan orangtua siswa dirinya mengaku bangga dengan perolehan prestasi sekolah, yang saat ini tengah menjalankan program Sekolah Penggerak.

“Saya sebagai perwakilan orangtua siswa atau komite benar-benar mendorong apapun kegiatan siswa yang bernilai positif untuk anak-anak kami. Salah satunya adalah program Gebyar Project expo kedua ini,” tuturnya.

Menurutnya, SMPN 12 Kota Bekasi sebagai sekolah penggerak memiliki komunikasi yang baik antara orangtua siswa. Berbagai project yang dilakukan sekolah, orang tua dapat mengetahui dan berusaha membantu.

“Kami senang selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan anak-anak kami, jadi secara tidak langsung kami mengetahui tumbuh kembang anak-anak kami di sekolah,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengungkapkan, SMPN 12 Kota Bekasi merupakan satu dari 10 Sekolah Penggerak angkatan pertama yang berhasil menjalankan program dengan cukup baik.

“SMPN 12 kota Bekasi ini merupakan salah satu sekolah yang cukup berhasil menjalankan amanahnya sebagai Sekolah Penggerak,” jelasnya.

Inayatullah berharap, SMPN 12 Kota Bekasi dapat memberikan dampak baik kepada seluruh sekolah khususnya pada tingkat SMP untuk sama-sama belajar menciptakan profil Pelajar Pancasila yang berkarakter.

“Saya berharap SMPN 12 Kota Bekasi bisa memberikan imbas baik dari program Sekolah Penggerak ini kepada sekolah lain khususnya bagi sekolah di tingkat SMP Kota Bekasi agar pembentukan profil Pelajar Pancasila dapat dilakukan secara merata di Kota Bekasi,” pungkasnya. (dew)