RADARBEKASI.ID, ARAB SAUDI – Jemaah calon haji dihimbau agar memperhatikan jadwal pergerakan ke Arafah untuk melaksanakan puncak rangkaian ibadah haji. Hal tersebut harus dilakukan agar para jemaah dapat tiba sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Agar jemaah memperhatikan jadwal pergerakan ke Arafah. Hal ini penting agar seluruh jemaah dapat sampai di Arafah sesuai jadwal yang telah ditentukan,” kata Pelaksana Harian Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Wawan Djunaedi Rabu (6/7).
Ia mengatakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa wukuf yang merupakan puncak rangkaian ibadah haji berlangsung pada Jumat, (8/7).
Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji ini, Kemenag melalui petugas haji, baik petugas kloter, PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi, dan pihak lain yang terlibat, untuk bersatu padu menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan operasional penyelenggaraan ibadah haji.
“Kepada PPIH Kloter dan PPIH Sektor, agar benar-benar memberikan penjelasan terkait jadwal pergerakan masing-masing kloter,” kata dia.
Wawan meminta jemaah agar membawa barang bawaan secukupnya, seperti pakaian, alat mandi, perlengkapan ibadah, serta obat-obatan. Barang-barang lainnya cukup dititipkan di tempat tinggal jemaah melalui petugas sektor masing-masing.
“Jemaah harus memahami hal-hal yang dilarang selama berihram. Ini penting agar pelaksanaan rangkaian ibadah jemaah sesuai ketentuan dalam manasik. Segera bertanya dan berkonsultasi dengan pembimbing ibadah di kloter masing-masing,” kata dia.
Sementara itu, Petugas TPIHI JKS4 Kota Bekasi Nani Nuraini menyampaikan, selama pelaksanaan rukun haji atau ketika para jamaah memakai ihkram itu ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan atau dikerjakan, karena bisa membatalkan ibadah tersebut. Diantaranya, tak boleh pakai parfum, mencukur rambut atau bulu, dilarang menebang tanaman atau pohon, kemudian membunuh binatang, dan dilarang berhubungan suami-istri.
“Selain itu, khusus jamaah laki-laki dilarang menutupi kepala dan mata kaki, sedangkan jamaah perempuan selain beberapa hal yang tadi juga tak boleh menutup wajah dan juga telapak tangan,” terangnya.
Akan tetapi, diakui Nani, untuk pelaksanaan ibadah haji tahun ini seluruh jamaah semua sesuai anjuran dari segi kesehatan memang meski diwajibkan pakai masker untuk dapat menjaga diri dari wabah Covid-19 yang saat ini masih ada. Artinya, ada pengecualian tuk jamaah perempuan untuk menutupi wajah.
“Iya, karena kondisi saat ini memang jamaah diwajibkan pakai masker sesuai anjuran dari segi kesehatan, karena kami disini juga kalau ke Masjid pun wajib masker baru bisa masuk untuk ibadah,” pungkasnya
Di sisi lain, menjelang Wukuf di Arafah sebanyak 120 calon haji sakit yang terdiri atas 96 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 24 orang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi.
Anggota jemaah wafat bertambah satu orang, atas nama Nursiah Darsiah Simpin (60), kloter BTH22, asal Embarkasi Batam sehingga total calon haji yang wafat di Tanah Suci sebanyak 22 .(mhf/fin)











