Abdimas LPPM dan FAI UNISMA Bekasi Helat Gerakan Ecovillage dan Pemeriksaan Kesehatan Warga

SERAHKAN TANAMAN: Kepala LPPM UNISMA Bekasi Siti Nurhidayah secara simbolis menyerahkan tanaman kepada perwakilan aparat Desa Sukaraja Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang. ISTIMEWA

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengabdian masyarakat (abdimas) dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi.


Abdimas sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dilaksanakan dengan kegiatan “Gerakan Ecovillage Berbasis Sabilulungan Konversi Lahan Greenbelt Waduk Jatigede dan Pemeriksaan Kesehatan Warga Sekitar”. Bekerjasama dengan PT Migas Hulu Jawa Barat, kegiatan berlangsung di Desa Sukaraja Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang pada 3 – 4 Juli 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala LPPM UNISMA Bekasi Siti Nurhidayah, Dekan FAI Yoyo Hambali, serta Civitas Dosen Fakultas Agama Islam. Turut hadir Kasi Kesejahteraan dan aparat Desa Sukaraja serta 43 masyarakat umum desa setempat.


Dalam keterangannya, Siti menjelaskan, gerakan ecovillage merupakan gerakan untuk pengembangan serta pembangunan kawasan salah satu pedesaan yang mempertimbangkan pencapaian kualitas individu, keluarga masyarakat serta kualitas lingkungan alam yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sukaraja mengalami peningkatan kesejahteraan tanpa harus merusak lingkungan.

Abdimas pada 3 Juli 2022 diisi dengan kegiatan kajian islami. Kemudian 4 Juli 202 dilakukan penanaman dan pengelolaan lahan hutan desa berbasis sabilulungan, pemeriksaan kesehatan warga sekitar, dan pelatihan penyembelihan hewan kurban.

Menurut Siti, penanaman dan pengelolaan lahan hutan desa berbasis sabilulungan konversi lahan greenbelt terdapat adanya tekanan terhadap jalur hijau disebabkan oleh pertumbuhan penggunaan lahan di greenbelt area menjadi kawasan terbangun.

Hal tersebut disebabkan karena kebutuhan masyarakat akan lahan yang meningkat cepat sehingga terjadi konversi lahan di greenbelt area menjadi kawasan terbangun. Kurangnya greenbelt akan mempengaruhi kualitas hidup manusia khususnya yang berhubungan dengan peningkatan polusi udara. Udara yang bersih sering dicemari oleh debu, partikel timbal, bising, gas CO2. Adanya greenbelt, debu, partikel timbaal, bising gas CO2 yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses filtrasi dan bahkan serapan.

Terkait dengan penjabaran mengenai greenbelt tersebut manfaat greenbelt dalam interaksinya dengan faktor abiotik diantaranya sebagai paru-paru kota, sebagai peneduh dan kontrol suhu udara, penahan artikel debu, penurunan tingkat polusi. Hal tersebut sangat berpengaruh untuk kesehatan masyarakat.

“Harapannya melalui kegiatan gerakan ecovillage ini dapat bermanfaat untuk masyarakat desa Sukaraja dari beberapa kegiatan pengabdian masyarakat yang sudah terlaksana serta tercapainya kualitas individu, keluarga, masyarakat serta kualitas lingkungan alam yang berkelanjutan mengalami peningkatan kesejahteraan tanpa harus merusak lingkungan,” pungkasnya. (oke)