Penertiban Bantaran Kalijati jangan Tebang Pilih

ILUSTRASI: suasana para PKL yang berada di pinggir sungai kali Jati Kayurin Jaya Kota Bekasi, beberapa pedagang nampak sudah tutup, dan pedagang lain memilih untuk tetap buka. DEWI WARDAH

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemilik lapak atau Pedagang Kaki Lima (PKL) di bantaran Kalijati, Kayuringinjaya harus kembali membongkar lapaknya menyusul rencana normalisasi lanjutan yang dilakukan pemerintah Kota Bekasi.

Padahal, belum lama, pemilik lapak juga sudah membongkar tempat jualan mereka saat normalisasi pertama dan kini sudah aktif kembali berjualan. Mereka tak tahu adanya normalisasi lanjutan.


Sejauh ini surat peringatan sudah dilayangkan pihak Kelurahan Kayuringinjaya sejak 23 Juli 2022 lalu.

Salah satu pedagang AN mengatakan, bahwa saat ini dirinya mengaku bingung usai menerima surat himbauan untuk membongkar lapaknya.


Pasalnya ia menjadikan itu mata pencaharian satu-satunya untuk menghidupi anak dan istri dan kebutuhan keluarga. “Saya masih dagang karena bingung, mau pindah dagang kemana. Karenakan cari tempat dagang itu gak mudah,” ungkap AN yang enggan dibeberkan identitasnya saat ditemui Radar Bekasi, Kamis (28/7).

Namun di satu sisi ia mengaku pasrah dengan keputusan yang telah dibuat oleh pemerintah, pasalnya ia sadar bahwa normalisasi Kalijati memang harus dilakukan.

”Saya sebenernya pasrah aja, sebab saya juga setuju dengan adanya normalisasi Kalijati ini. Soalnya udah gak layak disebut kali, karena isinya sampah sama tanah doang. Tapi 30 persennya lagi saya bingung, kalo saya kena bongkaran, saya belum tau mau pindah kemana,” terangnya.

Menurutnya pembongkaran bangunan di bantaran Kalijati harus dilakukan dengan adil sehingga tidak ada kecemburuan sosial terhadap masyarakat lainnya. Ia meminta jika satu dibongkar semua juga dibongkar dan kelanjutan program normalisasi termasuk rencana pembuatan taman bisa segera direalisasikan. Sehingga normalisasi benar-benar dirasakan perubahannya untuk penataan kota dan fungsi sungai.

“Ini kan Kalijati adanya sebelah kiri dan kanan, nah itu harus dilakukan pembongkaran secara adil. Agar tidak ada kecemburuan sosial,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang lain berinisial UD, ia mengaku kaget dengan adanya surat himbauan pertama yang dikeluarkan oleh pihak kelurahan untuk mengosongkan area sungai Kalijati.

“Jujur saya kaget banget, karena dagang disini baru sebentar ada kali satu bulan setengah saya dagang disini, eh malah dapet kabar mau digusur aja,” jelasnya.

Menurutnya, modal yang ia keluarkan untuk membuka usaha, di bibir sungai kali jati tidak lah sedikit. Sehingga waktu satu bulan setengah belum menutup uang modal yang dikeluarkan.

“Kalau diceritain sedih, karena modal yang saya keluarkan juga lumayan. Sampe sekarang aja belum balik modal, tapi mau gimana saya pasrah aja udah kalo gini caranya mah,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Adhika Dirgantara menegaskan, adanya penertiban bangunan tidak berizin harus dilakukan secara adil kepada siapapun itu dan harus sesuai aturan.

“Sekiranya bangunan-bangunan tersebut melanggar Perda, maka wajib ditertibkan tidak pandang bulu,” tegasnya.

Menurutnya pihak organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus bekerjasama dengan baik, agar penertiban bangunan liar di wilayah Kalijati dapat berjalan dengan aman dan juga tanpa adanya kekisruhan.

“Jika ada normalisasi maka jalankan sesuai prosedur, jika bangunan tak berizin maka harus ditertibkan. Siapa pun itu, jadi memang harus ada kerjasama yang baik, agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) sendiri menargetkan hasil final lelang, dapat diselesaikan pada bulan Agustus 2022. Sehingga normalisasi dapat segera dilakukan pada bulan September 2022.

“Untuk lelang di pagu itu nilainya Rp 5 Miliar, itu satu paket dengan pembangunan taman dan turap, tapi dana itu bisa berkurang untuk supervisi dan lain-lainnya,” jelasnya.

Lanjut Anjar, pembangunan taman di bantaran Kalijati Kayuringinjaya, akan dilakukan setelah normalisasi dan pembangunan turap selesai.

“Pembangunan taman itu masih dibicarakan, yang terpenting normalisasi saluran air di Kalijati sendiri bisa cepat terlaksana,” terangnya.

Pihak DBMSDA sendiri mengimbau agar pihak kelurahan Kayuringinjaya, dapat segera menertibkan bangunan yang ada di bantaran di Kalijati, Kayuringinjaya. “Kamu ingin kerjasama yang baik bisa dilakukan oleh pihak kelurahan, agar normalisasi bisa dilakukan dengan aman dan cepat,” tukasnya. (dew).