Bangunkota Wadahi Lintas Komunitas

SUTANRAI ABDILAH

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Beberapa bulan masyarakat dihantui tingginya harga bahan kebutuhan pokok, bahkan cabai sempat bertengger diatas Rp100 ribu. Pekan ini, harga kebutuhan pokok berlangsung turun, meskipun tidak nampak signifikan. Harga minyak kemasan, cabai, hingga bawang merah berangsur turun meski masih jauh dari harga terendah sebelumnya.

Pantauan beberapa harga komoditas di Kota Bekasi pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga bawang merah mengalami beberapa kali penurunan harga sepekan ke belakang, dari harga Rp62.500 pada tanggal 19 Juli, berakhir di harga Rp50 ribu pada tanggal 25 Juli.


Komoditas berikutnBangunkota merupakan sebuah forum atau platform bersama, bersinergi dan kolaborasi antar sesama komunitas lintas minat.

Sebagai salah satu komunitas jejaring ekosistem lintas komunitas, Bangunkota memiliki 60 komunitas yang tergabung dan bergerak dalam berbagai bidang seperti pendidikan, lingkungan, sosial, kesenian, pariwisata, olahraga dan lainnya.


“Jadi Bangunkota ini merupakan sebuah wadah berkumpulnya, para komunitas lintas minat yang ada di Kota Bekasi,” ungkap Ketua Komunitas Bangunkota, Sutanrai Abdilah (29) kepada Radar Bekasi.

Saat ini untuk meningkatkan komunikasi dan juga sinergi antar komunitas lintas minat, Bangunkota memiliki tiga platform komunikasi yaitu, website, instagram dan juga WhatsApp grup.

“Kami saat ini memiliki tiga platform komunikasi, dimana komunitas antar lintas minat bisa melakukan komunikasi, mengetahui informasi dan juga diskusi melalui platform yang kami sudah buat saat ini,” tuturnya.

Kemudian saat ini Bangunkota juga telah bekerjasama dengan salah satu tempat, untuk membuat backspace. Dimana para komunitas lintas minat, dapat membuat sebuah kegiatan seperti workshop, pameran ataupun talkshow secara gratis.

“Jadi kami memiliki kolaborasi dengan salah satu developer Kota Bekasi yaitu Vida Bekasi, dimana mereka memberikan tempat atau mengakomodir kegiatan temen-temen komunitas. Untuk melakukan workshop ataupun pameran,” jelasnya.

Sementara Bangunkota sendiri sudah mulai bergerak dan terbangun sejak tahun 2019. Hingga saat ini banyak program yang sudah dijalankan bersama dengan teman-teman komunitas lintas minat.

“Bangunkota sudah terbentuk sejak tahun 2019, dimana berbagai program seperti Bekasi berbagi, konser amal berbagi virtual kami sudah lakukan bersama dengan teman-teman komunitas lain yang ada di kota Bekasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, saat ini pihaknya bergerak melakukan pendataan kembali. Dimana masa pandemi sangat berdampak besar bagi para komunitas yang kehilangan tempat berkumpul.

“Kami sedang bergerak mendata komunitas-komunitas yang kehilangan tempat berkumpul, agar mereka bisa kembali aktif melakukan komunikasinya dan memperluas jaringan komunikasi melalui wadah Bangunkota,” tukasnya. (dew).
ya yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah dan cabai rawit. Harga terakhir pada tanggal 25 Juli, cabai merah besar Rp 96.250, cabai merah keriting Rp85 ribu, cabai rawit hijau Rp62.500, dan cabai rawit merah Rp 80 ribu. Meskipun harga itu masih jauh dari harga terendah sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 30 ribu per kilogram.

Harga minyak goreng kemasan juga terpantau turun tipis. Minyak goreng kemasan ukuran 1 liter turun dari harga Rp24.500 menjadi Rp 24 ribu. Namun harga minyak curah terpantau berada di harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membenarkan penurunan harga komoditas harga di sejumlah pasar di Kota Bekasi. Catatan penurunan harga terjadi sejak pasca hari raya kurban beberapa waktu kemarin.

“Informasinya seperti itu ya, memang ada mengalami penurunan harga bahan pokok,” kata Kepala Disperindag Kota Bekasi, Tedi Hafni, Selasa (26/7).

Catatan persediaan kebutuhan pokok, Tedi memastikan persediaan di Kota Bekasi aman. Hasil pemantauan di sejumlah pasar kemarin, penurunan harga terjadi pada komoditas cabai rawit merah, cabai rawit hijau, cabai merah keriting, cabai merah besar, bawang merah, terigu, kentang, kol, dan tomat.

Sedangkan untuk minyak goreng, Tedi menyebut grafiknya masih relatif fluktuatif. Faktor cuaca yang relatif stabil disebut sebagai salah satu yang mendorong stabilnya harga komoditas di pasar.

“Rata-ratanya sih (harga minyak goreng) menurun, tapi kalau masalah itu ya kan relatif fluktuatif juga, tapi semua cenderung menurun,” tambahnya.

Terpisah, salah satu pedagang makanan di wilayah Bekasi Selatan, Suherman (41) mengaku, untuk harga cabai masih relatif tinggi. Ia berharap penurunan masih bisa terjadi seperti sebelum Idul Adha yang sempat berada di harga Rp 30 ribu per kilogram termasuk harga telur dan lainnya.

”Sayuran terutama cabai masih tinggi harganya, tapi mau tidak mau kita tetap beli karena butuh. Cabai rawit paling murah sekarang itu Rp 70 ribu per kilo, cabai merah justru lebih mahal sekarang. Telur juga masih Rp 28 ribu sebelumnya Rp 22 ribu,”pungkasnya. (sur/one).