Kerja Keras Perkenalkan Asosiasi

Mahmudin, Ketua DPD AGPAII Kota Bekasi

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) merupakan lembaga yang menyalurkan aspirasi dari guru pendidikan agama Islam. Di Kota Bekasi, lembaga yang diresmikan pada 2010 ini diketuai oleh Mahmudin.


Kondisi geografis wilayah nusantara, jumlah sekolah dan guru PAI yang cukup banyak, menuntut sistem komunikasi dan pembinaan profesionalisme terhadap guru yang lebih efektif dan efisien.
Berkaitan dengan hal tersebut, peningkatan kemampuan profesionalisme guru PAI memerlukan suatu wadah organisasi dalam bentuk asosiasi. Antara lain untuk membangun komunikasi, informasi, berdiskusi menyalurkan aspirasi dan pembinaan diantara sesama guru PAI.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menekankan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, sertifikat pendidik dan kompetensi yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.


Di sisi lain guru dituntut untuk membentuk organisasi profesi yang bersifat independen.
Atas pertimbangan tersebut, maka dibentuklah AGPAII.
“AGPAII ini merupakan asosiasi yang menaungi seluruh guru agama Islam di berbagai tingkat seperti TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Sehingga lingkupnya memang lebih luas,” jelas Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) AGPAII Kota Bekasi Mahmudin kepada Radar Bekasi, Sabtu (6/8).

Diakui Mahmudin, keberadaan AGPAII belum diketahui secara luas di Kota Bekasi. Oleh sebab itu, pihaknya berusaha memperkenalkannya.
“Ini adalah salah satu kendala kami, dimana DPD AGPAII belum dikenal secara masif di Kota Bekasi. Jadi kita memang harus kerja lebih keras lagi dalam memperkenalkan asosiasi ini,” katanya.
Ia menegaskan, AGPAII bergerak sebagai wadah legal yang akan mengantarkan, mendampingi, mengarahkan, memberi masukan, mengadvokasi, memberikan pelatihan keprofesionalan kepada seluruh guru PAI di Kota Bekasi.

“Dengan keberadaan AGPAII ini, kita harapkan bisa menjadi rumah bersama dalam menghadapi permasalahan dan meningkatkan kesejahteraan serta potensi bagi guru PAI yang ada di Kota Bekasi,” terangnya.
Sebab guru PAI memiliki kewajiban untuk menumbuhkan karakter siswa, terutama tentang sabar, tawakal, optimis, serta selalu ingat akan Allah SWT dengan segala ketentuannya.

“Tugas kami cukup berat, dimana kami diharapkan bisa menumbuhkan karakter siswa dengan nilai-nilai agama. Jadi ini membutuhkan kerjasama yang baik antar guru untuk bisa sharing ilmu dan bisa melakukan diskusi bersama,” pungkasnya.

Memanfaatkan Waktu Luang Bersama Keluarga

Padatnya aktivitas membuat pria berusia 49 tahun ini tak bisa memiliki waktu lama saat di rumah untuk kumpul bersama orang-orang tercintanya. Oleh karena itu, dirinya selalu memanfaatkan waktu luangnya bersama keluarga.

“Kalau sudah di rumah, saya malas kemana-mana mending kumpul sama keluarga, masak bareng- bareng. Kalau lagi males keluarga atau ngelakuin apa saja yang bisa dilakukan bersama-sama,” ucap Mahmudin.

Sesekali, Mahmudin mengajak keluarganya untuk makan bersama di luar. Ia menyebut, istri dan anak-anaknya suka makan.

“Saya senang mengajak keluarga makan, jajan di tempat angkringan yang ada di Kota Bekasi. Karena keluarga saya itu suka sekali berwisata kuliner,” katanya.

Menurutnya, keharmonisan suatu negara dimulai dari keharmonisan keluarga. Keluarga, ungkap dia, adalah tempat dirinya bisa mengisi ulang tenaga dan pikirannya setelah seharian aktif bekerja.

“Keluarga buat saya adalah sesuatu hal yang sangat penting, apa yang saya lakukan sebagai orangtua saat ini adalah untuk keluarga lebih khusus untuk anak-anak saya,” tukasnya. (dew)

BIODATA
Mahmudin
Lahir: Bekasi, 2 Mei 1973

Riwayat Pendidikan:
– MI Al-Wathoniyah 22 Bekasi (1985)
– MTs Al-Wathoniyah 22 Bekasi (1988)
– MI Annida Al-Islamy Bekasi (1991)
– S1 Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Jakarta (1997)
– S2 Kajian Islam dan Psikologi Universitas Indonesia (2010)