Belasan Tahun Dibiarkan Mangkrak

MANGKRAK: Warga melintas di bawah rusun yang mangkrak belasan tahun di Jalan Sumber Arta, Bekasi Barat. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rumah Susun (Rusun) di Jalan Sumber Arta, Bekasi Barat, Kota Bekasi sudah belasan tahun mangkrak. Pembangunan Rusun 15 lantai itu diketahui dibangun pada 2007 silam dan terhenti tahun 2009. Bangunan tua yang jadi perbincangan dan lokasi wisata dadakan setelah dipakai sebagai lokasi film Pengabdi Setan 2 ini dikhawatirkan membahayakan warga sekitar. Terlebih sebelumnya, salah satu penjaga Rusun juga melarang warga untuk masuk alasan keamanan.

Dikonfirmasi Radar Bekasi, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Widayat Subroto menjelaskan, bahwa terkait pembangunan rusun di Jalan Sumber Arta Kota Bekasi ini tidak menggunakan anggaran daerah.


“Jadi yang saya tau pembangunan rusun itu tidak menggunakan anggaran daerah, jadi semua anggaran dikeluarkan oleh pusat,” ujarnya kepada Radar Bekasi Senin, (8/8).

Sementara terkait mangkraknya pembangunan rusun tersebut, pihak Disperkimtan tidak mengetahui alasan jelasnya. Namun hanya menerima informasi bahwa pembangunan mangkrak karena habisnya pendanaan.


“Kalo untuk alasan jelasnya kami belum mengetahui, tapi yang segelintir terdengar karena pendanaannya habis. Dan akhirnya mangkrak belasan tahun,” tuturnya.

Untuk kelanjutan pembangunan rusun tersebut, Disperkimtan tidak bisa memberikan keterangan lebih jelas. Sebab menurutnya pembangunan dapat kembali dilanjutkan atas keputusan pusat.

“Sampai sekarang sih kami belum mendengar adanya kelanjutan pembangunan, tapi menurut pengamatan kami bisa dilanjutkan. Namun dengan persetujuan dari pusat, karena kan sejak awal ini merupakan proyek dari pusat,” terangnya.

Pihak Disperkimtan sendiri menyayangkan adanya bangunan rusun yang mangkrak, sebab jika bangunan diselesaikan banyak manfaat yang didapat oleh warga khususnya Kota Bekasi.

”Sangat disayangkan sekali, karena kalau sampai jadi, fasilitas bangunan bisa digunakan dan membantu masyarakat di wilayah tersebut,” jelasnya.

Sementara Wati, salah satu pedagang yang juga warga sekitar rusun, berharap pembangunan bisa dilanjutkan sehingga bangunan bisa dimanfaatkan.

“Sayang banget, padahal kalau jadi ini yang nempatin kayaknya bakalan banyak. Kan lumayan juga kalau penghuninya banyak, bisa nambah penghasilan saya sebagai penjual,” ungkap pedagang yang sudah 10 tahun berjualan di lokasi tersebut.

Terpisah, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD kota Bekasi Arif Rahman Hakim mengatakan, bahwa bangunan mangkrak yang dibiarkan belasan tahun berbahaya bagi warga sekitar.

“Tentu bangunan yang mangkrak belasan tahun ini akan sangat berbahaya untuk warga dan dikhawatirkan akan menjadi tempat yang tidak bagus,” tuturnya.

Pihaknya mengaku akan coba melakukan koordinasi dengan pihak terkait, tentang kelanjutan bangunan tersebut. “Kita khawatirkan bangunan tersebut, akan menjadi sarang kejahatan. Kami pihak DPRD akan mencoba untuk koordinasi dengan pihak terkait, tentang kelanjutan bangunan tersebut,” paparnya.

Selain itu pihaknya berencana untuk melakukan sidak secara langsung ke rusun, untuk memastikan keamanan dari bangunan tersebut bagi warga sekitar.

“Kami akan coba sidak secara langsung ke rusun, apakah memang sudah benar-benar tidak aman bagi warga atau bagaimana nya kami akan melihat secara langsung,” pungkasnya.(dew).