September Revitalisasi Kalijati Dimulai

AKAN DINORMALISASI: Suasana Kawasan Kalijati, Kayuringinjaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Rencana Kali tersebut akan direvitalisasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

┬áRADARBEKASI.ID, BEKASI – Lelang proyek revitalisasi Kalijati, Kayuringinjaya, Bekasi Selatan telah selesai, Senin (22/8). Setelahnya ada proses penandatangan kontrak sebelum pelaksanaan.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Anjar Budiono. “Proses lelang baru saja selesai hari ini (kemarin),” ujarnya kepada Radar Bekasi Senin, (22/8).


Selanjutnya kata dia proses penandatangan kontrak. Dimana sebelum proses penandatangan kontrak akan dibuat jaminan pelaksanaan terlebih dulu.

“Setelah proses lelang selesai, akan dibuatkan jaminan pelaksanaan revitalisasi untuk kemudian dilakukan penandatanganan kontrak,” jelasnya.


Sementara proses penandatangan kontrak, membutuhkan waktu sekira satu hingga dua Minggu masa kerja. Baru setelah itu akan dilakukan pelaksanaan revitalisasi Kalijati Kayuringinjaya.

“Proses penandatangan biasanya sekitar satu sampai dengan dua Minggu, setelah penandatangan maka akan dilakukan pelaksanaan revitalisasi kalijati,” ucapnya.

Sehingga ditargetkan pelaksanaan pembangunan revitalisasi kalijati Kayuringin Jaya Kota Bekasi, akan dilakukan pada awal bulan September ataupun pertengahan bulan September 2022.

“Bisa dilakukan lebih cepat di awal bulan atau lebih lambatnya dipertengahan bulan, tapi Insya Allah sudah bisa dilaksanakan pada bulan September ini,” tuturnya.

Pantauan Radar Bekasi, sepanjang aliran kali baik di sisi timur maupun barat masih terdapat bangunan semi permanen bahkan bangunan permanen yang belum ditertibkan.

Proses penertiban dikhawatirkan bakal alot dan kemungkinan muncul gesekan dengan pemilik bangunan. Pasalnya hingga saat ini meski sudah dilayangkan surat himbauan ketiga namun belum terlihat upaya penertiban.

Terpisah, Lurah Kayuringinjaya, Bekasi Selatan, Ricky Suhendar mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya sudah mengeluarkan surat himbauan ketiga, kepada Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kami sudah mengeluarkan surat himbauan ketiga kepada PKL yang belum juga meninggalkan bibir Kalijati,” ucapnya.

Proses revitalisasi Kalijati, pihaknya mengaku bakal berupaya maksimal supaya tak ada kendala yang terjadi.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin, agar pembangunan revitalisasi ini bisa berjalan dengan lancar. Makanya kami akan beri pengertian kepada PKL yang belum juga pergi dari bibir kali, untuk segera membersihkan lapak dagangannya,” pungkasnya.

Diketahui selain bangunan semi permanen sejumlah PKL, ada juga beberapa bangunan milik organisasi masyarakat (Ormas). Selain itu, di komplek Kejaksaan ada pula bangunan permanen yang sengaja dibangun di Bantaran Kalijati. Sehingga proses penertiban sempat didesak dilakukan secara merata sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial. (dew).