RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Kota Bekasi marak terjadi. Masyarakat diminta lebih waspada saat memarkirkan kendaraan.
Data Polres Metro Bekasi Kota, tercatat sebanyak 30 kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) hingga Agustus 2022. Jumlah itu diluar dari data korban yang enggan melapor.
“Ada 30 kasus curanmor yang tercatat sampai dengan bulan Agustus 2022,” ujar Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari kepada Radar Bekasi Kamis, (1/9).
Terkait maraknya kasus curanmor di Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota sudah memberikan himbauan supaya masyarakat lebih waspada utamanya ketika memarkirkan kendaraannya di tempat umum.
“Kami memiliki lima poin penting yang dapat dilakukan masyarakat, agar kasus curanmor ini bisa lebih ditekan dan tidak terjadi peningkatan kasus,” jelasnya.
Pertama pihaknya mengimbau masyarakat untuk memasang kunci ganda saat memarkirkan kendaraan di baik di tempat umum maupun di rumah.
“Yang pertama kami sudah menempelkan stiker pada fasilitas umum seperti Alfamart, Indomaret atau tempat-tempat umum lainnya. Bahwa masyarakat harus memiliki kunci ganda untuk sepeda motornya, hal itu berlaku ketika masyarakat berada di rumah ataupun fasilitas umum, jangan hanya menggunakan kunci stang saja,” tuturnya.
Poin kedua pihaknya juga mendorong ada pemasangan gerbang di setiap pintu komplek atau perkampungan. Alasannya gerbang yang dipasang dapat membatasi mobilitas orang keluar masuk, dan bisa memantau orang tak dikenal.
“Pasang pagar di setiap pintu masuk komplek ataupun kampung, agar mobilitas keluar masuk nya orang tidak dikenal bisa terkontrol dengan baik,” jelasnya.
Ketiga pihaknya juga mendorong adanya pemasangan CCTV di beberapa ruas jalan. Sehingga pemantauan masyarakat dapat dilakukan lebih maksimal.
”Pasang beberapa CCTV di sisi jalan, agar kita mengetahui gerak-gerik orang yang memang patut dicurigai,” terangnya.
Keempat memaksimalkan lampu penerangan di sejumlah wilayah untuk upaya pencegahan. “Penerangan di titik jalan juga diperlukan, agar pelaku memiliki sedikit ketakutan untuk melakukan tindak kejahatan,” jelasnya.
Poin kelima pihaknya mendorong mengaktifkan kembali kegiatan siskamling di lingkungan warga. Sebab menurutnya kepedulian masyarakat menjadi hal yang paling utama, bagi keamanan di lingkungan tersebut.
“Siskamling digiatkan kembali, karena kepedulian masyarakat itu sangat penting. Untuk meminimalisir tindak kejahatan salah satunya adalah curanmor ini,” tukasnya.
Belum lama ini, salah satu pengendara ojek daring sempat menceritakan kepada Radar Bekasi kehilangan kendaraannya saat akan mengantar pesanan makanan. Kejadian itu terjadi di wilayah Lagoon Bekasi. ”Saya kehilangan motor pertengahan Agustus, waktu itu mau antar pesanan saya tinggalkan motor sebentar, karena disana banyak juga motor rekan driver lain, cuma pas selesai antar pesanan saya kembali motor sudah gak ada,”ujar Sabilur salah satu korban kepada Radar Bekasi.
Ia mengaku pasrah, dan kini terpaksa harus mengganti motornya supaya tetap bisa bekerja sebagai driver ojek daring. ”Motor itu baru lunas, ini terpaksa ambil lagi dapat second (bekas) saya memang gak lapor, sudah lah ikhlas aja mudah-mudahan ada gantinya yang lebih baik. Cuma habis ini jadi lebih waspada aja, gak parkir sembarang, pasang kunci ganda,”pungkasnya. (dew).











