Pedagang Teriak, Harga Beras Terus Naik

TUNGGU PEMBELI: Salah seorang pedagang beras, Encep (63), menunggu pembeli di kiosnya yang berada di Pasar Baru Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/9). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hampir satu bulan terakhir, harga beras di Pasar Baru Cikarang merangkak naik. Kenaikan harga justru membuat omset para pedagang beras turun, lantaran sepinya pembeli.

Para pedagang menduga, kenaikan terjadi lantaran minimnya pasokan beras, yang diakibatkan hasil panen para petani menurun.


“Kenaikan sudah terjadi hampir sebulan sebelum harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. Salah satu faktor, hasil panen padi petani di daerah Tambelang dan Sukatani kurang bagus,” kata pedagang beras di Pasar Baru Cikarang, Encep (63), Kamis (22/9).

Dirinya menuturkan, kenaikan rata-rata Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per liternya untuk semua jenis beras yang ia jual. Kenaikan harga juga berimbas terhadap menurunnya daya beli masyarakat, sehingga omset pendapatan juga turun.


“Ya turunnya sampai 50 persen, biasa saya dapat untung Rp 5 juta, sekarang paling Rp 2 jutaan per hari,” terang Encep.

Dia berharap, kondisi tersebut tidak semakin parah, dengan adanya dampak kenaikan harga BBM, sehingga usaha dagangan beras masih bisa bertahan.

“Harapannya sih tidak semakin parah, terlebih sekarang harga BBM naik,” ucapnya.

Sementara itu, dampak kenaikan harga beras juga dikeluhkan oleh pemilik usaha rumah makan warung tegal, Kholik (42).

Menurutnya, kenaikan harga beras tentunya mempengaruhi modal belanja di tengah kenaikan harga bahan pokok lainnya. Kholik mengaku, meski dapat harga seperti biasanya, tetapi kualitas berasnya sangat jauh berbeda.

“Yang pasti nambah beban modal belanja, apalagi harga-harga lainnya juga kan pada naik. Paling saya kurang-kurangin jumlah belanjanya, biar tetap dapat untung,” tandas Kholik. (pra)