Pengurus FPRB di 23 Kecamatan Terbentuk

SERAHKAN PATAKA: Ketua FPRB Kabupaten Bekasi, Tuty Yasin, menyerahkan pataka kepada pengurus FPRB Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. AND//RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam rangka mengantisipasi resiko bencana, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bekasi, telah selesai membentuk kepengurusan di 23 kecamatan.

Ketua FPRB Kabupaten Bekasi, Tuty Nurcholifah Yasin mengungkapkan, sebanyak 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi sudah terbentuk, dan Kecamatan Cikarang Timur, menjadi kecamatan terakhir.


“Alhamdulillah, kami telah membentuk sampai kepengurusan FPRB di 23 kecamatan. Mudah-mudahan, dengan terbentuknya FPRB di Kabupaten Bekasi ini, khususnya di setiap kecamatan, bisa memberi kemudahan untuk masyarakat, sehingga saat terjadi bencana, semua sudah siap karena telah terlatih dan sebagainya,” ucap Tuty.

Ia menambahkan, bencana tidak bisa hilang dan dihindari, akan tetapi untuk mengurangi bencana, itu bisa dilakukan. Maka dari itu, dengan terbentuknya FPRB, diharapkan dapat mengurangi bencana yang terjadi di Kabupaten Bekasi.


“Untuk menghilangkan bencana itu susah, tapi kalau meminimalisir, mudah-mudahan dengan adanya FPRB, bisa membantu meringankan beban masyarakat,” terangnya.

Tuty berharap, bagi seluruh ketua FPRB di 23 kecamatan yang sudah terbentuk, bisa bertanggung jawab dan amanah.

“Mudah-mudahan ketua dan kepengurusan FPRB tingkat kecamatan, terus solid dan bertanggung jawab, khususnya untuk kerelawanan dan kemanusiaan bisa dikedepankan,” ucap Tuty.

Lanjutnya, dengan selesainya pembentukan FPRB tingkat kecamatan, dalam waktu dekat akan dikukuhkan atau dilantik langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan.

“Sebenarnya tinggal melakukan pelantikan pengurus FPRB tingkat kecamatan se- Kabupaten Bekasi. Tidak hanya itu, untuk pelatihan juga sudah kami masukkan ke program kerja, dan Insya Allah bisa kami terlaksana di akhir tahun, salah satunya pelatihan untuk evakuasi mandiri, nanti FPRB akan bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut,” pungkas Tuty. (and)