Berita Bekasi Nomor Satu

Tensi Politik Menghangat di Bekasi, Pengamat: Parpol Sudah Panaskan Mesin

Pengamat Politik Roy Kamarullah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengamat Politik Bekasi, Roy Kamarullah, menilai dinamika politik di daerah mulai menghangat seiring sejumlah partai politik yang bersiap menghadapi Pemilu 2029.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan di tubuh partai menjadi hal yang wajar, baik karena berakhirnya masa jabatan, pengunduran diri, maupun faktor internal lainnya. Kondisi itu, kata dia, turut memicu dinamika baru di masing-masing partai.

“Meningkatnya tensi politik di 2026 ini karena masing-masing partai sudah mulai memanaskan mesin politik, dengan cara melakukan konsolidasi, pembentukan ranting, pembentukan cabang,” ujar Roy kepada Radar Bekasi, Rabu (6/5).

Roy menilai, pergantian kepemimpinan dalam partai politik merupakan hal yang lumrah. Ketua terpilih, lanjutnya, memiliki kewajiban untuk membentuk struktur kepengurusan dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa atau kelurahan agar mesin partai dapat bergerak hingga ke akar rumput.

“Mesin partai sudah mulai bergerak dalam membentuk ketua dan pengurus di tingkat DPC/DPD, PAC, sampai ranting,” katanya.

Ia menambahkan, pasca Pemilu, setiap partai umumnya melakukan evaluasi, terutama terkait target politik yang dibebankan kepada pimpinan daerah. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk konsolidasi dan manuver politik guna meningkatkan elektabilitas serta perolehan kursi.

“Kewajiban pimpinan partai untuk melakukan restrukturisasi di tingkat bawah. Karena sudah waktunya mesin-mesin partai itu dipanaskan, sudah mulai bergerak pembentukan ketua kecamatan dan ranting,” ungkapnya.

Roy juga menilai, sebagian besar nakhoda baru di partai politik di Bekasi masih diisi oleh wajah lama. Menurutnya, kemampuan mereka dalam menyusun strategi akan terlihat dari hasil konsolidasi ke depan.

“Saya pikir yang baru itu cuma di PPP, untuk NasDem, PAN, dan PKS, orang lama bahkan sempat pernah menjadi ketua. Menilainya nanti kita melihat dari konsolidasi yang dilakukan,” katanya.

Sementara itu, untuk partai yang belum menggelar musyawarah atau pergantian pengurus seperti PKB, Golkar, Gerindra, dan Demokrat, ia memprediksi tidak akan banyak perubahan pada posisi ketua.

“Saya pikir kalau pun ada pergantian ketua, tidak bergeser dari orang-orang yang sudah ada saat ini. Artinya bukan sosok orang baru. Tetapi memang orang lama yang sudah di partai tersebut, mungkin bisa jadi anggota legislatif,” ungkapnya. (pra)