Warga Bantaran Sungai Diimbau Waspada Banjir

PEMUKIMAN PENDUDUK : Kawasan pemukiman padat penduduk yang rawan banjir, berada di bantaran Sungai Citarum, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah warga yang tinggal pemukiman penduduk, khususnya di bantaran Sungai Citarum, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, diminta waspada potensi banjir kiriman atau luapan sungai.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dengan membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan banjir serta sampah hingga tingkat kecamatan.


Menurut Ketua Satgas Penangan Banjir Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, banjir terjadi karena infrastruktur belum mendukung, serta masalah sampah yang menumpuk di sejumlah aliran sungai.

“Akibat adanya tumpukan sampah di aliran sungai, menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air hingga meluap ke jalan dan menggenangi pemukiman warga,” kata Henri.


Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABM BK) ini menyampaikan, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2022, setidaknya ada 28 titik untuk normalisasi kali, pembangunan drainase perkotaan, serta membangun sejumlah infrastruktur, seperti jalan dan jembatan.

“Kalau untuk detailnya, saya harus tanyakan terlebih dahulu ke Kabid SDABM BK. Setahu saya, ada anggaran untuk normalisasi kali dan sungai, serta untuk pembangunan drainase perkotaan,” ucapnya.

Hendri mengaku, dirinya yang diamanahkan sebagai Kepala Dinas SDABM BK sekaligus menjadi Ketua Satgas penanganan banjir dan sampah di Kabupaten Bekasi ini, akan memaksimalkan pembangunan infrastruktur dan lingkungan, sehingga terlihat nyaman.

Setidaknya lanjut Henri, telah membuat rencana master plan drainase dan master plan untuk jalan. Sehingga dengan adanya pembangunan jalan dan drainase yang baik, maka aliran airnya ke kali dan sungai bisa lancar. Kemudian terkait pengelolaan lingkungan, dapat terhindar dari sampah.

“Kami akan upayakan pada tahun depan maupun selanjutnya, bisa direncanakan dengan baik. Dan tujuan untuk mengendalikan masalah banjir, dapat terselesaikan secara cepat,” harapnya. (and)