Asesmen Sumatif Tak Jauh Berbeda dengan Ujian Praktik

ILUSTRASI: Sejumlah siswa program jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMKN 11 Kota Bekasi saat melaksanakan praktik di sekolah. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASIAsesmen sumatif jenjang SMK dalam Kurikulum Merdeka yang diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, tidak jauh berbeda dengan ujian praktik kejuruan di Kurikulum 2013.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 8 Kota Bekasi Hikmah Tuloh Sidik mengatakan, penilaian asesmen sumatif masih banyak menggunakan model ujian praktik kejuruan.


“Dalam asesmen sumatif ada perbedaan sebenarnya, tetapi masih banyak menggunakan model lama,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (15/11).

Seperti saat ini penerapan asesmen sumatif masih dilakukan di akhir semester. Ujar dia, sebenarnya lebih ideal penerapan penilaian sumatif dilakukan di setiap akhir penuntasan materi.


Menurutnya, asesmen sumatif memiliki tujuan pembelajaran dalam tiga aspek kompetensi meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran.

BACA JUGA: Persiapan Ujian Akhir Semester Ganjil, Guru Tuntaskan Materi dan Buat Soal HOTS

“Sebenarnya beda nama, namun sama pelaksanaan dan tujuannya, yaitu untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa,” tuturnya.

Apabila asesmen sumatif yang dilaksanakan setiap penuntasan materi dilakukan, kata dia, maka siswa akan lebih mudah dan dapat menguasai materi yang diberikan.

“Saat ini kebijakan sekolah masih melaksanakan di akhir semester, tapi sebenarnya akan lebih efektif jika asesmen sumatif ini dilakukan setiap akhir penyelesaian materi jadi siswa lebih menguasai materi yang diberikan,” terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMKN 11 Kota Bekasi Kurniawan. Ia  mengungkapkan, asesmen sumatif dan praktik kejuruan memiliki tujuan yang sama, yakni untuk menilai tujuan capaian pembelajaran.

BACA JUGA: Implementasi Mata Pelajaran Kewirausahaan Belum Optimal

“Pada dasarnya sama asesmen digunakan untuk menilai tujuan pembelajaran atau capaian pembelajaran,” tuturnya.

Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, asesmen sumatif memiliki penekanan dalam proses pembelajaran, yaitu pembelajaran berbasis proyek yang bermanfaat bagi siswa di masyarakat nantinya.

Menurut Kurniawan, kedepannya asesmen sumatif ini dapat dikembangkan lebih baik lagi dalam proses pembelajaran. “Penerapan Kurikulum Merdeka dengan penerapan asesmen sumatif ini baru kami lakukan di tahun ini, sehingga butuh penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan baik untuk sekolah, guru, maupun siswanya,” tukasnya. (dew)