Pembangunan Infrastruktur Pendidikan Dipercepat

SEDANG BELAJAR: Seorang murid sedang mengerjakan tugas sekolah di ruangan SDN yang kondisinya rusak, di Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, belum lama ini. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berencana untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan bangunan sekolah dan jalan rusak.

Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Beni Sugiarto mengungkapkan, pada tahun ini dilakukan percepatan pembangunan dengan target pada awal triwulan pertama, sejumlah kegiatan sudah bisa berjalan.


“Untuk tahun ini, kami menganggarkan perbaikan sekolah dengan skala rusak sedang dan berat, termasuk unit sekolah baru sebesar Rp 193,105 miliar melalui Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APBD) tahun 2022,” ucap Beni..

Adapun rinciannya, kata dia, yakni dua unit sekolah baru, dianggarkan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 12 miliar, untuk empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang baru, dianggarkan sebesar Rp 22 miliar. Lalu untuk penambahan 46 ruang kelas baru, dianggarkan sebesar Rp 18,4 miliar untuk tingkat SD, sedangkan untuk tingkat SMP, 28 ruang kelas dengan anggaran Rp 12,6 miliar.


Selain itu, tambah Beni, ada juga anggaran untuk pembangunan sarana prasarana dan utilitas sekolah, termasuk pembuatan pagar. Untuk tingkat SD, dengan 23 titik sekolah, dianggarkan Rp 7,360 miliar, dan tingkat SMP, ada 30 titik, dengan total anggaran Rp 9,600 miliar.

Sedangkan untuk perbaikan kategori rusak sedang dan berat, lanjut Beni, tingkat SD, ada 118 ruang kelas, dianggarkan Rp 73,345 miliar, SMP 85 ruang kelas, dianggarkan sebesar Rp 37,800 miliar.

“Kami akan maksimalkan untuk percepatan perbaikan sekolah. Tujuannya, supaya para siswa-siswi bisa belajar lebih nyaman, dan guru bisa semangat untuk mengajar, demi terciptanya generasi yang dapat berdaya saing,” terang Beni.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi, Henri Lincoln menjelaskan, pihaknya pada awal triwulan ini akan mengejar pembangunan Jalan Inspeksi Kalimalang, yang memang untuk kepentingan masyarakat.

Disampaikan Henri, untuk Jalan Inspeksi Kalimalang, akan dibangun median serta perbaikan jalan yang rusak, dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar.

“Fokus kami pada triwulan awal, untuk Jalan Inspeksi Kalimalang sebagai percontohan pembangunan monumental. Pasalnya, jalan itu bakal dijadikan sebagai icon Kabupaten Bekasi, dari aspek infrastruktur dan keindahan wilayah,” pungkasnya. (and)