Pegawai Minimarket di Cikarang jadi Korban Penipuan Modus Tukar Uang Koin Berisi Tanah

Pembantu Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Cikarang Utara Ipda Iskandar dan personel saat mendatangi minimarket di Jalan KH. Fudholi Desa Karang Asih Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pegawai minimarket di Cikarang menjadi korban penipuan dengan modus tukar uang koin berisi tanah. Akibat penipuan ini, mereka rugi ratusan ribu rupiah.

Berdasarkan keterangan saksi, menurut Pembantu Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Cikarang Utara Ipda Iskandar, peristiwa ini bermula ketika pegawai minimarket di Jalan KH. Fudholi Desa Karang Asih Cikarang Utara Kabupaten Bekasi didatangi oleh tiga orang tak dikenal pada Rabu (11/1/2023) sekitar pukul 19.05 WIB dengan maksud menukarkan uang koin.


“Dengan menggunakan sepeda motor jenis Vario warna putih, no pol tidak terdeteksi oleh saksi, kemudian dua orang terduga memasuki toko Alfamart dengan membawa satu kantong plastik warna hitam ukuran besar menuju meja kasir dan langsung menukar receh,” ujar Ipda Iskandar, dikutip dari postingan akun Instagram @polsek_cikarang_utara, Jumat (13/1/2023.

Terduga pelaku tersebut menawarkan penukaran uang koin kepada pegawai minimarket sebesar Rp2 juta. Namun, pegawai minimarket itu hanya menyanggupi penukaran uang koin Rp600 ribu.


Setelah itu, terduga pelaku langsung menyerahkan kantong plastik berisi koin dan dihitung bersama dengan pegawai minimarket dengan nominal Rp200 ribu.

“Dua kantong plastik lainnya tidak dihitung kembali oleh pihak Alfamart yang kemudian menyerahkan uang sebesar Rp600 ribu kepada terduga pelaku. Setelah menerima uang, para terduga pelaku langsung bergegas pergi,” imbuhnya.

Karyawan itu kaget setelah membuka kantong plastik lainnya. Sebab kantong plastik itu berisi uang koin dan tanah.

“Setelah terduga pelaku pergi, karyawan Alfamart membuka dua plastik yang belum di buka. Sontak saat dicek ternyata berisi uang koin dan tanah,” terangnya Ipda Iskandar

Atas peristiwa tersebut, pihak minimarket mengalami kerugian kurang lebih Rp400 ribu. Ipda Iskandar mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan modus serupa.

“Modus kejahatan dilakukan sedemikian rupa dan jangan mudah percaya terhadap orang yang belum dikenal,” pungkasnya. (oke)